Soal Video Viral, RSUD NTB Sebut Status Pasien Gawat Darurat Ditentukan Hasil Asesmen Medis

MATARAM (KabarBerita)-Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB angkat bicara atas beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan cekcok antara keluarga pasien dan petugas rumah sakit.

Peristiwa tersebut dipicu anggapan keluarga pasien bahwa pihak rumah sakit tidak segera memberikan tindakan medis.

Ketua Tim Kerja Hukum dan Kehumasan RSUD Provinsi NTB, Ns. Lalu R. Doddy Setiawan, mengatakan pasien dalam video tersebut merupakan pasien rujukan dari salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Bima.

Pasien sebelumnya telah menjalani operasi perut dan kemudian dirujuk untuk rawat jalan ke Poliklinik Bedah Digestif RSUD NTB.

“Berdasarkan surat rujukan, pasien dijadwalkan kontrol ke Poliklinik Bedah Digestif pada Senin, 9 Februari 2026. Jadi secara klinis, pasien memang dikategorikan sebagai pasien rawat jalan,” ujarnya pada wartawan di Mataram Rabu (11/2/2026) kemarin.

Lalu Dody mengaku bahwa ketika pasien tiba di Mataram, yang bersangkutan datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena mengeluhkan nyeri di area bekas operasi. Namun, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi pasien stabil.

Di mana, kesadarannya baik, tanda vital seperti tekanan darah, nadi, suhu, dan pernapasan juga dalam batas normal.

Meski demikian, petugas IGD tetap memberikan penanganan berupa pemasangan infus, pemberian obat pereda nyeri, dan observasi selama kurang lebih dua jam.

Lalu Dody menegaskan bahwa, pelayanan di RSUD Provinsi NTB tidak membedakan pasien berdasarkan status ekonomi maupun jenis pembiayaan, baik pasien umum, BPJS Kesehatan, maupun asuransi lain.

“Dan, seluruh pelayanan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku,” tegasnya.

Lalu Dody menjelaskan, bahwa terdapat dua jalur utama pelayanan pasien di RSUD NTB, yakni melalui IGD untuk kasus kegawatdaruratan dan melalui poliklinik untuk pasien rawat jalan.

Di mana, katanya, penentuan status pasien gawat darurat tidak didasarkan pada keluhan subjektif. Namun melainkan hasil asesmen medis sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan.

“Tidak semua keluhan bisa dikategorikan sebagai gawat darurat. Ada kriteria medis yang jelas, seperti ancaman nyawa, gangguan jalan napas, gangguan sirkulasi, penurunan kesadaran, atau kondisi yang memerlukan tindakan penyelamatan segera,” ungkap Lalu Dody.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa, peristiwa dalam video tersebut dipicu adanya miskomunikasi antara keluarga pasien dan petugas.

Sebab, keluarga pasien berharap penanganan langsung sebagai pasien gawat darurat. Sementara hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi pasien stabil.

“Yang perlu diluruskan, pasien sudah ditangani sesuai prosedur. Bahkan saat ini pasien sudah dirawat inap di RSUD Provinsi NTB,” ucap Lalu Dody.

Atas adanya klarifikasi ini. Pihaknya berharap dapat meluruskan persepsi publik. Juga, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai alur pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“Utamanya, menyangkut adanya perbedaan penanganan pasien gawat darurat dan rawat jalan,” tandas Lalu R. Doddy Setiawan. (red).

  • Related Posts

    Perkuat Layanan Kesehatan di Bumi Gora, Mendikdasmen RI dan Gubernur NTB Resmikan RS UMMAT

    LOMBOK TIMUR (KabarBerita) – Penguatan layanan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Barat kembali mendapat dukungan melalui peresmian Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Mataram (RS UMMAT) PKU Muhammadiyah Lombok Timur oleh Menteri…

    Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

    MATARAM (KabarBerita)-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB melakukan transformasi menyeluruh menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, modern, manusiawi, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Arahan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Gubernur NTB Alokasikan 128 M untuk 257 Desa dalam Program Desa Berdaya

    Gubernur NTB Alokasikan 128 M untuk 257 Desa dalam Program Desa Berdaya

    Kader PKB Sebut Miq Ari Peduli dan Berdampak ke Masyarakat Selama Jadi DPR RI

    Kader PKB Sebut Miq Ari Peduli dan Berdampak ke Masyarakat Selama Jadi DPR RI

    Pimpinan DPRD NTB Kembalikan Surat Pemecatan PPP ke Internal Partai

    Pimpinan DPRD NTB Kembalikan Surat Pemecatan PPP ke Internal Partai

    Drama Paripurna DPRD NTB, Muzihir dan Akri Saling Pecat

    Drama Paripurna DPRD NTB, Muzihir dan Akri Saling Pecat

    Sekwil PPP NTB Siti Ary Jemput SK 10 DPC Kab/Kota ke DPP

    Sekwil PPP NTB Siti Ary Jemput SK 10 DPC Kab/Kota ke DPP

    Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

    Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu