Isu THR Fantastis DPRD Mataram Picu Polemik, PKS Minta Sekda Klarifikasi

‎Mataram (KabarBerita) — Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, menyayangkan pernyataan Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, yang dinilai menyampaikan informasi keliru terkait besaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi anggota DPRD.

‎Menurut Ismul, pernyataan tersebut memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Anggota DPRD pun menjadi sasaran kritik bahkan hujatan publik setelah beredar informasi bahwa total THR anggota dewan mencapai angka fantastis hingga Rp2 miliar untuk 40 orang anggota.

‎“Melihat respons netizen terhadap angka yang disebutkan secara spesifik itu, saya tegaskan informasi tersebut tidak benar. Silakan ditabayun kepada pihak yang menyampaikan,” ujar Ismul, di sela-sela penyerahan bingkisan Lebaran bagi PTT dan PPPK Paruh Waktu Sekretariat DPRD Kota Mataram, Senin (16/3).

‎Ia menegaskan, jika informasi tersebut memang bersumber dari Sekda, maka seharusnya segera diluruskan agar tidak semakin memperlebar kesalahpahaman di masyarakat.

‎Ismul menjelaskan, besaran THR bagi pejabat negara, termasuk anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri telah diatur dalam ketentuan yang berlaku, yakni sebesar satu kali gaji.

‎Khusus untuk anggota DPRD Kota Mataram, kata dia, nominal THR yang diterima berkisar sekitar Rp4 juta dan masih dikenakan potongan pajak. “Jadi jauh dari angka puluhan juta seperti yang beredar,” tegasnya.

‎Ia mengaku terganggu dengan munculnya informasi yang menurutnya berpotensi menjadi fitnah, terlebih disampaikan di penghujung Ramadan saat umat Muslim tengah fokus menjalankan ibadah.

‎“Kalau benar Rp2 miliar untuk 40 anggota dewan, berarti masing-masing sekitar Rp50 juta. Tentu sangat bagus kalau memang sebesar itu, bahkan bisa kita bagi-bagi. Tapi faktanya tidak demikian,” ujarnya.

‎Ismul juga menilai munculnya angka fantastis tersebut bertolak belakang dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah mengalami efisiensi anggaran. Pemerintah daerah, kata dia, justru sedang melakukan berbagai penyesuaian akibat berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.

‎“Selama ini kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi APBD sedang mengalami efisiensi. Tiba-tiba muncul kabar kami menerima THR sebesar itu, tentu ini mencederai rasa keadilan dan membingungkan publik,” katanya.

‎Akibat kabar tersebut, Ismul mengaku menerima banyak konfirmasi dari kader maupun masyarakat yang mempertanyakan kebenaran informasi itu. Ia pun harus meluruskan bahwa besaran THR anggota DPRD Kota Mataram hanya sekitar Rp4 juta setelah dipotong pajak.

‎“Karena itu kami berharap informasi yang beredar dapat segera diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tandasnya.

  • Related Posts

    Khawatir Kebocoran Data, Aktivasi IKD di Mataram Terkendala Kepercayaan Publik

    Mataram(KabarBerita)– Kekhawatiran masyarakat terhadap kejahatan siber masih menjadi hambatan utama dalam percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Mataram. Meski pemerintah terus mengembangkan sistem keamanan, keraguan warga terhadap potensi…

    Sari Yuliati Salurkan 10 Ribu Lebih Beasiswa PIP di Lombok, Wujud Nyata Dukungan Pendidikan

    ‎Mataram(KabarBerita)– Komitmen mendorong kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat kembali ditunjukkan Wakil Ketua DPR RI, Hj. Sari Yuliati. Politisi Partai Golkar ini kembali menyalurkan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP)…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    JMSI NTB Gelar Media Gathering di Mandalika dan Silaturahim Strategis dengan Manajemen ITDC

    JMSI NTB Gelar Media Gathering di Mandalika dan Silaturahim Strategis dengan Manajemen ITDC

    DPRD NTB Tinjau Jembatan Bayan–Loloan yang Terputus, Sudirsah Dorong Penanganan Segera

    DPRD NTB Tinjau Jembatan Bayan–Loloan yang Terputus, Sudirsah Dorong Penanganan Segera

    Didi Sumardi Kritik Keras Upah PPPK di NTB, Sebut Pemerintah Gagal Jadi Contoh

    Didi Sumardi Kritik Keras Upah PPPK di NTB, Sebut Pemerintah Gagal Jadi Contoh

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Megawati Lestari Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Ikuti Jejak Raden Ajeng Kartini

    Megawati Lestari Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Ikuti Jejak Raden Ajeng Kartini