44.939 Pemudik Lintasi Kayangan–Pototano, Puncak Arus Terjadi Lebih Awal

Lombok Timur(KabarBerita )– Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Kayangan–Pototano, Lombok Timur, mengalami lonjakan signifikan bahkan sejak sepekan sebelum Hari Raya. Aktivitas di Pelabuhan Kayangan terpantau padat lebih awal, seiring meningkatnya jumlah penumpang dan kendaraan yang memilih berangkat lebih cepat.

‎General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi, mengungkapkan total pemudik yang menyeberang sejak H-7 hingga Hari Raya mencapai 44.939 orang. Sementara itu, jumlah kendaraan tercatat sebanyak 13.291 unit.

‎“Total H-7 sampai Hari Raya lintas Kayangan–Pototano, jumlah pemudik mencapai 44.939 orang dengan total kendaraan sebanyak 13.291 unit,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (22/3/2026).

‎Dari jumlah tersebut, sepeda motor masih mendominasi dengan 8.335 unit. Disusul kendaraan roda empat sebanyak 3.168 unit, bus 438 unit, serta truk atau kendaraan besar sebanyak 1.350 unit.

‎Dominasi kendaraan pribadi ini mencerminkan kecenderungan masyarakat yang masih mengandalkan fleksibilitas perjalanan saat mudik, terutama dalam menentukan waktu keberangkatan guna menghindari kepadatan.

‎Erlisetya menambahkan, puncak arus mudik tahun ini terjadi lebih awal dibandingkan pola pada tahun-tahun sebelumnya.

‎“Arus tertinggi terjadi pada H-7 dan H-6,” jelasnya.

‎Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku pemudik yang kini lebih antisipatif. Banyak masyarakat memilih berangkat lebih awal untuk menghindari antrean panjang serta potensi penumpukan kendaraan menjelang Hari Raya.

‎Strategi tersebut dinilai efektif dalam mengurai kepadatan di pelabuhan. Distribusi arus kendaraan yang sudah terjadi sejak H-7 membuat layanan penyeberangan lebih terkendali dan tidak terpusat pada hari-hari terakhir.

‎Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam merencanakan perjalanan juga turut berperan. Pemudik kini cenderung mengatur waktu keberangkatan secara lebih matang demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan.

‎Secara keseluruhan, arus mudik di Pelabuhan Kayangan tahun ini tetap tinggi, namun lebih merata. Pola ini diharapkan dapat terus berlanjut, terutama saat arus balik, sehingga potensi kepadatan ekstrem dapat diminimalisir.

  • Related Posts

    Ribuan Jamaah Muhammadiyah Padati Tiga Titik di Pringgabaya, Pengamanan Berjalan Lancar

    Lombok Timur(KabarBerita)— Ribuan jamaah Muhammadiyah memadati sejumlah lokasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Kecamatan Pringgabaya, Jumat (20/3/2026). Di tengah tingginya jumlah jamaah, aparat gabungan memastikan jalannya ibadah berlangsung…

    Jelang Idul Fitri, Bisnis Rent Car Melejit, Daya Beli Warga Lombok Timur Menguat

    Lombok Timur(KabarBerita)— Menjelang Hari Raya Idul Fitri, geliat bisnis penyewaan kendaraan di Lombok Timur menunjukkan lonjakan signifikan. Tingginya permintaan tak sekadar menjadi fenomena musiman, tetapi juga mencerminkan menguatnya daya beli…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Megawati Lestari Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Ikuti Jejak Raden Ajeng Kartini

    Megawati Lestari Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Ikuti Jejak Raden Ajeng Kartini

    Disorot Survei Pilkada, Didi Sumardi Pilih Fokus Kinerja: “Terlalu Dini Bicara Suksesi”

    Disorot Survei Pilkada, Didi Sumardi Pilih Fokus Kinerja: “Terlalu Dini Bicara Suksesi”

    Kepala Desa Se-Lotim Sambut Baik Program Desa Berdaya dan Siap Bersinergi dengan Pemprov NTB

    Kepala Desa Se-Lotim Sambut Baik Program Desa Berdaya dan Siap Bersinergi dengan Pemprov NTB

    Khawatir Kebocoran Data, Aktivasi IKD di Mataram Terkendala Kepercayaan Publik

    Khawatir Kebocoran Data, Aktivasi IKD di Mataram Terkendala Kepercayaan Publik