
Lombok Timur(KabarBerita)— Menjelang Hari Raya Idul Fitri, geliat bisnis penyewaan kendaraan di Lombok Timur menunjukkan lonjakan signifikan. Tingginya permintaan tak sekadar menjadi fenomena musiman, tetapi juga mencerminkan menguatnya daya beli masyarakat di daerah tersebut.
Peningkatan permintaan mulai terasa sejak dua pekan sebelum Lebaran. Dalam rentang waktu itu, hampir seluruh armada milik pelaku usaha terserap pasar. Salah satu pengusaha rent car, R. Noval Novaris yang akrab disapa Oval, mengungkapkan bahwa dari total 18 unit kendaraan yang disiapkan, sebagian besar telah dipesan pelanggan.
“Kalau dibanding dua tahun sebelumnya, tahun ini jelas lebih meningkat. Permintaan jauh lebih ramai,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Di tengah lonjakan tersebut, terlihat pola konsumsi masyarakat yang semakin rasional. Kendaraan jenis MPV seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia menjadi pilihan utama karena mampu mengakomodasi kebutuhan mudik keluarga dengan kapasitas besar dan efisiensi bahan bakar. Sementara itu, Honda Brio juga banyak diminati karena kepraktisannya untuk mobilitas ringan.
Adapun kendaraan lain seperti Daihatsu Terios, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, dan Toyota Calya tetap memiliki pangsa pasar, meski tidak sebesar tiga model utama.
Seiring meningkatnya permintaan, tarif sewa kendaraan pun ikut mengalami penyesuaian. Dari yang semula berkisar Rp350 ribu per hari, kini naik menjadi Rp500 ribu per 24 jam menjelang Lebaran. Menariknya, kenaikan harga tersebut tidak menurunkan minat masyarakat untuk menyewa kendaraan.
Secara ekonomi, kondisi ini menjadi indikator positif. Kenaikan harga yang diiringi dengan tetap tingginya permintaan menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih kuat. Bahkan, pola penyewaan pun mulai bergeser dari harian menjadi mingguan hingga bulanan, menandakan adanya perencanaan keuangan yang lebih matang.
Tak hanya berdampak pada pelaku usaha rent car, peningkatan aktivitas ini juga mendorong perputaran ekonomi di sektor lain, seperti jasa perawatan kendaraan hingga konsumsi bahan bakar. Dengan demikian, bisnis penyewaan kendaraan turut berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
Lonjakan bisnis rent car jelang Lebaran pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar tren tahunan. Fenomena ini menjadi gambaran nyata dinamika ekonomi masyarakat Lombok Timur. Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas, kemampuan masyarakat untuk tetap berbelanja menunjukkan optimisme ekonomi yang terus terjaga.








