Pemkot Mataram Bakal Wajibkan Pejabat Bersepeda ke Kantor

Mataram(KabarBerita)– Pemerintah Kota Mataram berencana mewajibkan seluruh pejabatnya berangkat ke kantor menggunakan sepeda sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan ini akan diberlakukan saat pemerintah pusat menerapkan skema work from home (WFH). Seluruh pejabat mulai dari eselon II hingga eselon IV diwajibkan bersepeda dari rumah menuju kantor setiap hari.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari wali kota.

“Ketika sudah ada kebutuhan WFH dari pemerintah pusat, Pak Wali barusan mengambil kebijakan, semua pejabat eselon II, III, dan IV akan bersepeda dari rumah menuju kantor,” ujarnya, Senin (25/3).

Menurut Alwan, meski kebijakan itu disiapkan untuk mendukung skema WFH, tidak menutup kemungkinan akan diterapkan lebih awal. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi penghematan anggaran daerah.

“Bahkan Pak Wali menyampaikan, ada kemungkinan kebijakan ini diterapkan sebelum WFH sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran BBM,” katanya.

Terkait mobilitas pejabat untuk kegiatan tertentu, seperti menghadiri rapat di DPRD, Pemkot Mataram akan menyiapkan kendaraan khusus dengan sistem titik kumpul.

“Nanti kita siapkan kendaraan, kita tentukan titik kumpulnya, kita berangkat sama-sama satu kendaraan atau dua kendaraan,” jelasnya.

Alwan menegaskan, meski masih dalam tahap wacana, kebijakan ini hampir dipastikan akan diterapkan, setidaknya untuk kalangan pejabat struktural. Sementara itu, aparatur sipil negara (ASN) lainnya tidak diwajibkan mengikuti kebijakan tersebut.

“Sekitar 90 persen akan diterapkan untuk para pejabat. Kalau ASN lainnya tidak diwajibkan karena mereka menggunakan kendaraan pribadi yang BBM-nya tidak ditanggung negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini sejalan dengan kondisi anggaran daerah yang mengalami penyesuaian. Alokasi BBM untuk kendaraan dinas pada tahun ini disebut mengalami pemangkasan signifikan.

“Saya tidak mengetahui angka persisnya, namun anggaran BBM tahun ini dipangkas hampir 50 persen dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Pengurangan tersebut, lanjut Alwan, merupakan dampak dari berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Sejumlah pos belanja, termasuk BBM, alat tulis kantor, dan kebutuhan operasional lainnya, turut menjadi sasaran efisiensi.

  • Related Posts

    Khawatir Kebocoran Data, Aktivasi IKD di Mataram Terkendala Kepercayaan Publik

    Mataram(KabarBerita)– Kekhawatiran masyarakat terhadap kejahatan siber masih menjadi hambatan utama dalam percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Mataram. Meski pemerintah terus mengembangkan sistem keamanan, keraguan warga terhadap potensi…

    Sari Yuliati Salurkan 10 Ribu Lebih Beasiswa PIP di Lombok, Wujud Nyata Dukungan Pendidikan

    ‎Mataram(KabarBerita)– Komitmen mendorong kemajuan pendidikan di Nusa Tenggara Barat kembali ditunjukkan Wakil Ketua DPR RI, Hj. Sari Yuliati. Politisi Partai Golkar ini kembali menyalurkan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP)…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Akhiri Konflik PPP, Marga Harun; 2029 PPP Harus Kembali ke Parlemen

    Akhiri Konflik PPP, Marga Harun; 2029 PPP Harus Kembali ke Parlemen

    JMSI NTB Gelar Media Gathering di Mandalika dan Silaturahim Strategis dengan Manajemen ITDC

    JMSI NTB Gelar Media Gathering di Mandalika dan Silaturahim Strategis dengan Manajemen ITDC

    DPRD NTB Tinjau Jembatan Bayan–Loloan yang Terputus, Sudirsah Dorong Penanganan Segera

    DPRD NTB Tinjau Jembatan Bayan–Loloan yang Terputus, Sudirsah Dorong Penanganan Segera

    Didi Sumardi Kritik Keras Upah PPPK di NTB, Sebut Pemerintah Gagal Jadi Contoh

    Didi Sumardi Kritik Keras Upah PPPK di NTB, Sebut Pemerintah Gagal Jadi Contoh

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Legislator Senayan Lalu Ari Kembali Salurkan 150 Ribu Beasiswa PIP di Lombok

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci

    Sebanyak 2.722 CJH NTB Sudah Diterbangkan Menuju Tanah Suci