RDP Komisi IV DPRD NTB Bahas Kinerja ESDM 2025: EBT Lampaui Target, Isu Air Tanah hingga Energi Transisi Jadi Perhatian Bersama

Mataram, (KabarBerita) – Komisi IV DPRD Provinsi NTB menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas ESDM Provinsi NTB, Rabu (1/4) untuk mengevaluasi capaian kinerja sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) tahun anggaran 2025.

Forum berlangsung dengan sejumlah masukan konstruktif dari anggota dewan terkait penguatan kebijakan energi, pertambangan, dan tata kelola sumber daya alam di daerah.

Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Samsudin, memaparkan bahwa capaian kinerja tahun 2025 menunjukkan tren positif. Sektor energi baru terbarukan (EBT) tercatat melampaui target dengan realisasi 106,68 persen, sementara rasio elektrifikasi mencapai 99,99 persen atau hampir universal.

Namun demikian, pengelolaan air tanah baru mencapai 60,02 persen, dengan hambatan utama pada aspek regulasi karena kewenangan perizinan berada di pemerintah pusat, sehingga ruang intervensi daerah menjadi terbatas.

Pandangan dan Masukan Anggota Komisi IV DPRD NTB

Pimpinan sidang Sudirah Sujanto menanyakan parameter kebijakan ESDM terkait dinamika sektor pertambangan, khususnya mekanisme pembukaan kembali tambang yang sebelumnya ditutup. Ia menekankan pentingnya kejelasan indikator kebijakan agar tidak menimbulkan ketidakpastian di lapangan.

Suharto menyampaikan perlunya penguatan transparansi data kinerja, serta menilai belum adanya korelasi yang kuat antara capaian sektor ESDM dengan penurunan angka kemiskinan dan peningkatan akses energi masyarakat. Ia juga menyoroti perlunya percepatan hilirisasi serta pengembangan energi terbarukan seperti PLTS, panas bumi, dan energi angin, termasuk pembaruan data terkait tambang ilegal.

Rusli Manawari menekankan pentingnya kejelasan kebijakan daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat atas air tanah, di tengah kewenangan perizinan yang telah berada di pemerintah pusat, agar tidak terjadi kekosongan layanan publik di tingkat lokal.

Fakhruddin Rob menegaskan bahwa ESDM daerah tetap memiliki peran strategis sebagai penghubung kebijakan agar sektor pertambangan benar-benar berdampak pada pengurangan kemiskinan di NTB. Ia juga mendorong optimalisasi pertambangan rakyat dengan standar yang jelas agar memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hasbullah Muis Konco menilai masih terdapat kesenjangan antara capaian makro dan kondisi riil di lapangan, khususnya terkait akses listrik masyarakat. Ia juga menekankan perlunya penguatan sinkronisasi dan pengawasan program CSR perusahaan tambang melalui penyusunan cetak biru berbasis delapan sektor pembangunan.

Dalam konteks kebijakan energi transisi, Hasbullah menyampaikan dukungan terhadap arah pengembangan mobil listrik sebagai bagian dari strategi energi berkelanjutan daerah. Ia menilai bahwa di tengah dinamika global yang turut memengaruhi potensi kelangkaan BBM, percepatan kebijakan kendaraan listrik menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung di NTB.

Catatan Bersama DPRD NTB

Menutup forum, Komisi IV DPRD Provinsi NTB menegaskan bahwa meskipun sektor ESDM menunjukkan capaian positif terutama pada EBT dan elektrifikasi, masih terdapat sejumlah isu strategis yang perlu dibenahi secara bersama, mulai dari transparansi data, sinkronisasi kewenangan pusat-daerah, pengawasan pertambangan, hingga percepatan transisi energi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. (*)

Related Posts

Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

Mataram, (KabarBerita) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 terbilang masih lama, namun konstelasi di Kabupaten Lombok Tengah mulai menghangat. Hal ini terlihat dari banyaknya figur yang mulai digadang-gadang bakal menjadi…

LKPJ 2025, LWJ Sebut Lalu Iqbal Sukses Letakkan Fondasi Kuat Menuju NTB Makmur dan Mendunia

Mataram, (KabarBerita) — Wakil Ketua DPRD NTB, H. Lalu Wirajaya menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Damayanti Putri dalam satu tahun pertama…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Pemkot Mataram Kaji Penggunaan Angkutan Umum untuk Pejabat, Bemo Kuning Jadi Opsi

Pemkot Mataram Kaji Penggunaan Angkutan Umum untuk Pejabat, Bemo Kuning Jadi Opsi

Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

Ruas Jalan Wakul – Ketejer Ditangani, Dewan LWJ Beri Apresiasi Bina Marga

Ruas Jalan Wakul – Ketejer Ditangani, Dewan LWJ Beri Apresiasi Bina Marga

Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

BKAD NTB sebut Belanja Pegawai Masih Terkendali

BKAD NTB sebut Belanja Pegawai Masih Terkendali