Disdik Mataram Pastikan Perubahan Nama 142 SD Tak Bebani Orang Tua dan APBD

Mataram(KabarBerita) – Dinas Pendidikan Kota Mataram memastikan rencana perubahan nama 142 sekolah dasar (SD) tidak akan membebani anggaran daerah maupun orang tua siswa. Kebijakan tersebut ditegaskan tidak mewajibkan penggantian atribut bagi seluruh siswa secara serentak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, M. Yusuf, menyatakan bahwa siswa lama tetap dapat menggunakan atribut yang sudah ada, termasuk seragam sekolah, meskipun terjadi perubahan nama sekolah.

“Tidak ada masalah sebenarnya. Tidak perlu ganti atribut seperti seragam maupun yang lainnya, masih bisa menggunakan atribut lama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyesuaian atribut yang memuat identitas sekolah baru hanya berlaku bagi siswa baru. Sementara siswa yang sudah terdaftar sebelumnya tetap diperbolehkan menggunakan atribut lama hingga masa pendidikannya selesai.

“Untuk seragam menyesuaikan waktu siswa masuk. Artinya hanya siswa baru yang menggunakan atribut sesuai nama sekolah mereka yang baru,” jelasnya.

Terkait pergantian papan nama (plang) sekolah, Yusuf menegaskan tidak ada alokasi khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kebutuhan tersebut. Pergantian plang akan dilakukan secara bertahap oleh masing-masing sekolah dengan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Pakai dana BOS, tidak ada disiapkan anggaran daerah untuk penggantian plang sekolah,” tegasnya.

Ia juga menilai, permintaan agar kebijakan perubahan nama sekolah dikaji ulang sulit untuk dilakukan. Pasalnya, kebijakan tersebut telah melalui kajian akademik dan memiliki payung hukum berupa peraturan wali kota.

“Tidak bisa, karena itu sudah ada telaah akademiknya serta perwalnya sudah ada,” katanya.

Lebih lanjut, Yusuf menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasi kebijakan tersebut kepada sekolah-sekolah serta masyarakat melalui pemerintah kelurahan. Ia menegaskan, kebijakan ini tidak muncul secara sepihak, melainkan juga berdasarkan masukan dari legislatif.

Menurutnya, Komisi IV DPRD Kota Mataram sebelumnya memberikan saran agar penamaan sekolah dasar di Kota Mataram diseragamkan dalam satu wilayah administratif, yakni menggunakan nama wilayah Mataram.

“Sudah juga kita sosialisasikan kebijakan ini ke sekolah-sekolah dan masyarakat melalui kelurahan,” Pungkasnya.

  • Related Posts

    Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

    ‎Mataram (KabarBerita) – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 kembali diterpa polemik. Setelah muncul protes dan kericuhan di sejumlah cabang olahraga, kini giliran cabang olahraga (cabor) Drum Band…

    Tarif TPU di Mataram Segera Berlaku, Pemkot Siapkan Regulasi dan Layanan Pemakaman Modern

    Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram mulai mematangkan rencana pemberlakuan tarif layanan pemakaman pada Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola pemerintah. Saat ini, regulasi sebagai dasar hukum penarikan tarif masih disusun…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

    Ponpes di NTB Dukung Pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ponpes

    Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

    Rapimpurda KNPI NTB diselanggarakan matangkan Persiapan Musda 2026

    Satgas MBG NTB Siapkan Skema Khusus Layani Wilayah 3T, 135 Dapur Diusulkan

    Satgas MBG NTB Siapkan Skema Khusus Layani Wilayah 3T, 135 Dapur Diusulkan

    Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

    Enam Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya, Penilaian Drum Band Porprov NTB 2026 Diprotes

    Menteri Trenggono dan Gubernur Miq Iqbal Siapkan KNMP Bintaro sebagai Percontohan Nasional

    Menteri Trenggono dan Gubernur Miq Iqbal Siapkan KNMP Bintaro sebagai Percontohan Nasional

    Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

    Gubernur NTB Ajak Masyarakat Nobar Final Piala Dunia 2026, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora