Sempat Tertunda, Kisah Inspiratif Mutmainah Pedagang Cilok Keliling yang Naik Haji

Salah satu Calon Jamaah Haji (CJH) yang berangkat bersama jamaah haji asal Lombok Barat tahun ini adalah Mutmainah, perempuan asal Lamongan Jawa Timur sehari-hari berjualan cilok keliling ke kampung-kampung. Berkat keuletanya, Ia rajin menabung dari hasil jualan cilok untuk keperluan biaya menuju Baitullah

……………………………………………

Wira Surya – MATARAM

……………………………………………

KabarBerita-Berbekal keuletan dan keberanian Mutmainah dan Suaminya datang merantau ke pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) pada sekitar tahun 1989 silam. Warga asli Lamongan Jawa Timur ini datang merantau tanpa berbekal modal.

Ia yakini bahwa Allah akan selalu melindungi dan memberikan rezeki dimanapun berada kepada hambanya, hal itu terbukti ketika ia mulai mengawali profesi sebagai penjual cilok keliling pada tahun 1993 hingga sekarang. “Jadi kami datang kesini tidak bawa apa-apa, Tapi Alhamdulillah Allah sudah memberikan kami jalan,” ujarnya saat ditemui KabarBerita di Asrama Haji Mataram belum lama ini.

Atas keyakinan dan tekat yang kuat ditanah rantau, Mutmainah dan suaminya dipanggil oleh Allah ke tanah suci Makkah dan Madinah di tahun ini. Namun perjuangan Mutmainah menuju baitullah bukanlah perkara instan. Ia menuturkan, dirinya mendaftar bersama suami untuk haji sejak tahun 2012 silam, saat itu usianya menginjak 40 tahun. Selama lebih dari satu dekade, mengumpulkan rupiah dari hasil berjualan cilok di Lombok Barat. Disamping untuk biaya kebutuhan keluarganya, bahkan semua anaknya mampu melanjutkan ke Perguruan Tinggi. “Bapaknya jualan cilok keliling. Dari usaha kecil itu kami bisa menyisihkan uang dan menyekolahkan anak-anak sampai bangku kuliah,” tutur Mutmainah seyata meneteskan air mata mengenang perjuangan bersama suami tercinta ditanah rantau.

Ia juga menceritakan pengalamannya di waktu masih jarang orang menggeluti profesi pedagang jualan cilok di pulau Lombok yang dijuluki pulau seribu masjid ini, dimana waktu itu ketika usahanya sedang ramai-ramainya, bahkan mampu menabung hingga jutaan rupiah per bulan. Dengan niatan ikhlas ingin menunaikan rukun Islam kelima yaitu menjalankan ibdah haji ke tanah suci, uang hasil jualan sebagai disisikan untuk ditabung. Selain itu sebagai pelaku usaha mikro, Ia selalu berpegang teguh pada prinsip hidup hemat.

“Kalau dulu bisa sampai Rp 5 jutaan yang kami simpan perbulan kalau sekarang ya gak berani bilang segitu, dan Kalau dapat untung jangan dihabiskan semua. Sebagiannya harus ditabung untuk masa depan, kalau dapat 50 Ribu simpan setengahnya,”sambung Mutmainah.

Ia juga menambahkan jika pembayaran yang dilakukan tidak secara angsuran melainkan pembayaran cash penuh karena ada rezeki dari Allah. “Jadi waktu itu pas mau bayar, ada kami dapat rezeki dan kami bayar full,”terangnya.

Walaupun demikian, meskipun perjalanan ibadah haji ke tanah suci menjadi impian setiap muslim terlebih bersama pasangan, tapi tidak semuanya selalu berjalan mulus. Ujian kesabaran yang mendalam harus dihadapi oleh Mutmainah. Ia sempat tertunda keberangkatannya akibat kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun drastis, sebelum akhirnya kembali dijadwalkan terbang untuk menyusul sang suami.

Awalnya, Mutmainah dan suaminya tergabung dalam rombongan Kelompok Terbang (Kloter) 8 Lombok Barat. Namun, sesaat setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok, kondisi fisiknya melemah dan mendapatkan perawatan medis. “Saya baru duduk, tiba-tiba muntah-muntah. Padahal dari rumah merasa sehat. Mungkin karena kelelahan,” tutur Mutmainah.

Petugas medis yang berjaga di Asrama Haji Embarkasi Lombok langsung melakukan pemeriksaan intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tekanan darah Mutmainah menurun dan dinyatakan tidak layak terbang (tidak istitha’ah sementara karena kesehatan). Tim medis pun memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB guna menjalani perawatan rawat inap.

Kondisi ini sempat memukul perasaan Mutmainah yang harus rela berpisah sama suami tidak satu rombongan ke tanah suci. Pasalnya, selama ini, sangat dirindu-rindukan perjalanan ke tanah suci menerima panggilan Allah bisa satu pesawat bersama suami tercintanya. Apalagi sosok suaminya itu selalu setia membimbing dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah selama ini, terlebih Mutmainah telah lama mengidap penyakit diabetes.

Keteguhan hati Mutmainah akhirnya berbuah manis. Doa yang dipanjatkan sang suami dari Tanah Suci diijabah. Setelah menjalani perawatan intensif dan dinyatakan pulih oleh tim dokter, kondisi kesehatan Mutmainah membaik secara signifikan.

Setelah mengantongi surat kelaikan terbang dari tim kesehatan, Mutmainah kini dipastikan dapat melanjutkan perjalanannya ke tanah suci. Ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Selasa, 4 Mei 2026, bergabung dengan Kloter 10 dari Kota Mataram. Bagi Mutmainah, kesempatan ini adalah mukjizat dan buah dari kesabaran. Di tengah keterbatasan fisik akibat diabetes yang diidapnya sejak sebelum mendaftar haji, tekadnya tidak pernah surut.

“Sempat sedih karena suami harus berangkat duluan. Tapi alhamdulillah, yang penting sekarang saya bisa menyusul dan nanti bertemu suami di Tanah Suci. Saya hanya berharap bisa sehat, ibadah lancar, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” pungkasnya dengan rasa syukur yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Lombok Barat, H. Suparlan saat dikonfirmasi, mengakui betapa beratnya situasi psikologis yang dialami pasangan suami istri tersebut karena harus terpisah dalam keberangkatannya menuju tanah suci.

“Saya sampaikan langsung kepada suaminya bahwa sang istri dinyatakan belum layak terbang dan membutuhkan perawatan intensif. Itu adalah kondisi yang sangat sulit diterima karena tekad kuat mereka untuk berangkat bersama,” ujar Suparlan.

Melihat kesedihan yang mendalam, Suparlan berusaha memberikan penguatan moral agar sang suami tetap berangkat terlebih dahulu memenuhi panggilan Allah karena tidak semua orang mempunyai kesempatan yang sama.

“Panggilan Allah harus diutamakan. Saya meminta beliau untuk menerima ketetapan ini dengan pasrah dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik. Ada hikmah yang tidak kita ketahui. Bisa jadi menurut kita baik, tetapi menurut Allah tidak. Begitupun sebaliknya. Alhamdulillah, sang suami membulatkan hati untuk berangkat terlebih dahulu,” terangnya.

Ia juga menyatakan rasa syukurnya atas perkembangan kesehatan Mutmainah yang memungkinkan dirinya untuk segera menyusul sang suami ke tanah suci.

“Alhamdulillah, doa dari tanah suci diijabahkan. Ibu Mutmainah kini sudah sehat dan dapat diterbangkan. Insyaallah, nanti beliau akan kembali bertemu dengan suaminya di Makkah dalam satu hotel,”tutupnya. (**)

  • Related Posts

    Desa Berdaya, Bangkitkan Ekonomi Desa

    LOMBOK TENGAH (KabarBerita)– Program Desa Berdaya Tematik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mendapat sambutan antusias dari para kepala desa penerima manfaat di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Bantuan sebesar Rp 300 juta…

    Rugi Rp 950 Juta, BGN bersama Polda NTB Turun Gunung Usut Penipuan Dapur MBG

    MATARAM (KabarBerita)-Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polda NTB, mengungkap kasus dugaan penipuan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur. Nilai kerugian dalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Lima Bulan, 232 Tersangka 3C Diamankan Polda NTB dan Jajaran

    Lima Bulan, 232 Tersangka 3C Diamankan Polda NTB dan Jajaran

    Kapolda NTB Terjunkan 868 Personel dalam Patroli Rinjani Presisi Serentak Se-NTB

    Kapolda NTB Terjunkan 868 Personel dalam Patroli Rinjani Presisi Serentak Se-NTB

    Desa Berdaya, Bangkitkan Ekonomi Desa

    Desa Berdaya, Bangkitkan Ekonomi Desa

    Tingkatkan Kepedulian Sosial, MIN 3 Mataram Bagikan 200 Paket Daging Kurban

    Tingkatkan Kepedulian Sosial, MIN 3 Mataram Bagikan 200 Paket Daging Kurban

    Rugi Rp 950 Juta, BGN bersama Polda NTB Turun Gunung Usut Penipuan Dapur MBG

    Rugi Rp 950 Juta, BGN bersama Polda NTB Turun Gunung Usut Penipuan Dapur MBG

    KPU NTB Berkurban, Wujud Kepedulian Sosial

    KPU NTB Berkurban, Wujud Kepedulian Sosial