
MATARAM (KabarBerita) – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 7 Mataram, dimana bangunan atap ruang kelas mengalami ambruk pada selasa (19/5/2026) lalu.
Miq Ari sapaan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyampaikan, kedatangannya ke SMAN 7 Mataram, untuk melihat sekaligus memastikan langkah yang akan diambil guna membantu perbaikan ruang kelas yang ambruk.
“Saya hari ini (Jumat,red) bersama teman-teman dari Dikpora Provinsi NTB melihat kondisi secara rill ambruknya atap ruang kelas di SMAN 7 Mataram,”ucap kepada KabarBerita disela-sela kunjungan didepan ruang Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram yang ambruk pada, Jumat (22/5/2026)
Lebih lanjut dikatakan Ketua DPW PKB NTB itu, setelah melakukan tinjauan langsung ke ruangan yang ambruk, faktor usia bangunan yang menjadi pemicu atap bangunan jatuh.
“Ternyata setelah kita lihat usia bangunan tersebut sudah 20 tahun, dari 2006 sampai 2026,”katanya.
Untuk itu, sambung politisi senior NTB ini menyebutkan bahwa usia bangunan yang sudah termasuk lama ini harus diperbaiki atau direvitalisasi segera mungkin.
“Artinya dari kesiapan dan struktur bangunan memang sudah saatnya untuk direvitalisasi,”sambungnya.
Miq Ari juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan rencananya akan mengusulkan ke Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah (Mendikdasmen) supaya ruangan yang ambruk segera direvitalisasi.
“Untuk dua ruang kelas yang ambruk, saya bersama Pak Kadis dan Pak Gubernur akan mengusulkan ke Mendikdasmen untuk mendapat revitalisasi,” terangnya.
Ia juga berkeyakinan dua ruangan yang ambruk itu bisa segera direvitalisasi, termasuk ruangan yang lain, karena berdasarkan hasil penilaian pihak PUPR Perkim NTB, bangunan yang ada disekitarnya sudah mulai mengalami kemiringan dibagian atapnya atau sudah mulai tidak rata.
“Saya jamin pasti akan dapat revitalisasi baik kelas ambruk maupun kelas disebelahnya, karena jangan sampai satu yang kita perbaiki yang lain akan berdampak,” jelasnya.
Ia juga memasang target ditahun ini bisa direvitalisasi, karena Selasa pekan depan ia akan memanggil Direktorat Jendral yang menangani permasalahan tersebut.
“Jadi untuk teman-teman disini untuk segera membuat perencanaan dan mudahan bulan depan sudah kita bisa ekskusi,” katanya.
Miq Ari juga menegaskan revitalisasi akan berjalan lancar dan tidak ada kendala, dikarenakan dua bangunan tesebut tidak termasuk sengketa, dan yang menjadi sengketa adalah bangunan yang ada di sebelah timur bangunan yang ambruk.
“Saya sudah cek tadi bangunan ini tidak termasuk sengketa,”tegasnya.
Ia juga optimis dua ruang yang ambruk, akan direvitalisasi tahun ini mengingat penerimaan siswa/siswi baru akan dimulai juni bulan depan di tiap-tiap sekolah.
“Tahun ini, Insya Allah, saya malah mendorong supaya bulan depan sudah bisa dibangun karena sebentar lagi kita akan menerima peserta didik baru,” imbuhnya.
Ia juga menyatakan yang terpenting adalah menyampaikan informasi kepada orang tua/wali murid SMAN 7 Mataram, supaya tidak usah takut menyekolahkan anaknya karena para pemangku kepentingan di bidang pendidikan pengambil kebijakan akan memperbaiki ini sebaik-baiknya, sehingga tercipta kondisi yang aman dan nyaman bagi siswa/siswi melakukan proses belajar mengajar di SMAN 7 Mataram.
“Jadi dengan kejadian ini, maka tentu harus memikirkan ke depan bagaiamana penanganan mitigasi ketika tiba-tiba ada bencana seperti ruang kelas belajar, trauma healing itu penting, dan memberikan informasi rasa aman dan nyaman itu penting bagi orang tua siswa, jadi mereka merasa aman dan nyaman anaknya disekolahkan disini,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram Ridha Roslina menyampaikan apresiasinya terhadap L. Hadrian Irfani selaku wakil ketua Komisi X DPR RI yang datang lansung ke sekolahnya, guna melihat dan memeriksa serta memberikan
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas kedatangan Mamiq Hadrian ke sekolah kami, kami berharap bukan hanya ruangan yang ambruk yang direvitalisasi tapi keseluruhan tentunya setelah ada assesment dari Dinas PUPR Perkim,” katanya.
Ridha membenarkan apa yang disampaikan oleh Miq Ari, dimana ruangan yang ambruk itu dibangun pada tahun 2006 dengan sumber pendanaan dari komite sekolah, tapi saat itu, ia belum menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 7 Mataram, ia tercatat baru 3 tahun menahkodai sekolah yang ada dijalan Adi Sucipto itu.
“Jadi ruangan ini memang dibangun ditahun 2006 dan sumber pendanaannya dari Komite, tahun 2018 pas gempa sempat diperbaiki, tapi hanya plafon dan itu hanya mendengar informasi karena saya menjabat baru 3 tahun,”imbuhnya. (Wira/red).





