
Mataram(KabarBerita)— Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Mita Dian Listiawati, menggelar kegiatan reses di Lingkungan Montong Are, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kamis malam (22/5). Kegiatan yang berlangsung di rumah kepala lingkungan setempat itu dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pelatihan bagi pedagang kecil hingga usulan perluasan lahan kuburan.
Reses yang juga dihadiri tokoh masyarakat dan warga sekitar berlangsung hangat dan penuh dialog. Kaum ibu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengusulkan adanya pelatihan usaha dan keterampilan bagi para pedagang agar mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Menurut warga, pelatihan dinilai penting untuk membantu pedagang kecil lebih berkembang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin kompetitif.
Sementara itu, aspirasi lain datang dari kalangan pria yang diwakili kepala lingkungan. Mereka menyampaikan kebutuhan penambahan dan pelebaran lahan kuburan karena kapasitas tempat pemakaman yang ada mulai terbatas.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Mita Dian terlebih dahulu menjelaskan kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami penyesuaian akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Dampaknya, sejumlah program dan kegiatan di daerah harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Meski demikian, Ketua DPC PKB Kota Mataram itu memastikan seluruh aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian dan akan diperjuangkan secara bertahap.
“Kondisi anggaran daerah saat ini memang mengalami pengurangan karena adanya pemangkasan dari pusat. Tetapi aspirasi masyarakat tetap kami tampung dan perjuangkan sesuai skala prioritas,” ujarnya.
Khusus untuk usulan pelebaran dan penambahan lahan kuburan, Mita menegaskan persoalan tersebut menjadi salah satu prioritas yang akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah mendatang.
“Untuk kebutuhan perluasan lahan kuburan ini akan menjadi prioritas kami, karena menyangkut kebutuhan masyarakat banyak. Kita akan upayakan bisa masuk dalam anggaran perubahan atau APBD 2027,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan reses tidak sekadar menjadi agenda formal DPRD, tetapi benar-benar menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dalam menyampaikan kebutuhan di lingkungan masing-masing.






