BRIDA NTB Gagas Piloting Pertanian Terintegrasi Smart Farming

“Semua riset dan inovasi ujungnya harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,”

 

Mataram (KabarBerita) —  Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Pertanian Terintegrasi di Kawasan BRIDA NTB dalam rangka pelaksanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) 2026.

Kegiatan ini merupakan piloting dan implementasi atas riset yang dilaksanakan oleh Universitas Mataram, Universitas Lambung Mangkurat dan Institut Pertanian Bogor.

Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak untuk mendapatkan masukan2 atas konsep dan keberlanjutannya ke depan seperti SMK Pertanian Mataram, dinas peternakan, dan beberapa Yayasan seperti yayasan rumah energi yang focus pada pengolahan limbah menjadi biogas.

Melalui forum tersebut, BRIDA NTB bersama perguruan tinggi mulai menyiapkan implementasi pengembangan pertanian terintegrasi berbasis smart farming dan biodigester portable yang memanfaatkan limbah organik menjadi energi biogas, pupuk cair, hingga sumber energi alternatif untuk kegiatan pertanian dan perikanan masyarakat. Program ini diproyeksikan menjadi pilot project pengelolaan ekonomi sirkular yang mendukung pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di NTB.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, dalam pemaparannya menegaskan bahwa riset dan inovasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung tiga program prioritas Pemerintah Provinsi NTB, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan peningkatan daya saing daerah.

“Semua riset dan inovasi ujungnya harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil riset pengelolaan air lindi di Kebon Kongok kini mulai memasuki tahap implementasi melalui pengembangan biodigester portable.

Teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang mengalami overcapacity sekaligus menghasilkan gas metana dan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan petani. Sementara itu, Prof. Dr. Misbahuddin, S.T., M.T. dari UNRAM menyampaikan bahwa penelitian tahun kedua ini difokuskan pada pengembangan biodigester portable berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi ini memungkinkan pemantauan produksi gas secara real time melalui smartphone, termasuk pengendalian tekanan gas secara otomatis untuk menjaga keamanan sistem.

Selain biodigester guna meningkatkan nilai riset terutama pada dampaknya, maka perlu dikembangkan adanya wadah berupa pengembangan kawasan pertanian terintegrasi juga yang akan mencakup hidroponik, bioflok, budidaya maggot, hingga pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi mandiri.
Menurut Apip Amrullah, dari ULM, seluruh sistem dirancang saling terhubung dalam konsep waste to energy berbasis ekonomi sirkular.

“Limbah organik yang dihasilkan nantinya dapat kembali dimanfaatkan menjadi energi, pupuk, hingga mendukung kebutuhan pertanian dan perikanan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan SMK PP Negeri Mataram juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengembangan pilot project smart farming sebagai sarana pembelajaran siswa dan pengembangan agro eduwisata berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, BRIDA NTB berharap inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penelitian dasar, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, serta lingkungan bagi masyarakat NTB.

  • Related Posts

    Lalu Irwansyah Triadi Beberkan Deretan Program Nyata Sari Yuliati Selama Jadi DPR RI

    “Kerja bu Sari sangat terlihat di beberapa daerah terutama di dapil saya di Lombok Barat. Beberapa kali aspirasi bu sari turun sejak periode 2019,” Mataram (KabarBerita) – Anggota DPRD NTB…

    PKB Peduli, Miq Ari Sambangi Esan, Janjikan Program Sapi Melalui PKB

    “Nanti kita bantu Esan dengan program sapi bagi petani. Ini akan saya koordinasi dengan teman-teman DPRD NTB Fraksi PKB,”   Lombok Tengah (KabarBerita) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    BRIDA NTB Gagas Piloting Pertanian Terintegrasi Smart Farming

    BRIDA NTB Gagas Piloting Pertanian Terintegrasi Smart Farming

    Cak Khalid Komit Bawa BPR NTB Jadi Lembaga Keuangan Rakyat yang Sehat dan Kuat

    Cak Khalid Komit Bawa BPR NTB Jadi Lembaga Keuangan Rakyat yang Sehat dan Kuat

    Lalu Irwansyah Triadi Beberkan Deretan Program Nyata Sari Yuliati Selama Jadi DPR RI

    Lalu Irwansyah Triadi Beberkan Deretan Program Nyata Sari Yuliati Selama Jadi DPR RI

    Iklim Investasi Tumbuh Positif, The Mandalika Percepat Pengembangan Kawasan dan Pariwisata

    Iklim Investasi Tumbuh Positif, The Mandalika Percepat Pengembangan Kawasan dan Pariwisata

    Serap Aspirasi, Yek Agil Sosialisasi Raperda Tentang Pinjol Ilegal dan Judol Kepada Masyarakat

    Serap Aspirasi, Yek Agil Sosialisasi Raperda Tentang Pinjol Ilegal dan Judol Kepada Masyarakat

    Bagikan 1000 SK Penerima PIP, Waka Komisi X DPR RI “Warning” Oknum dan Pihak Sekolah tidak Lakukan Pungli

    Bagikan 1000 SK Penerima PIP, Waka Komisi X DPR RI “Warning” Oknum dan Pihak Sekolah tidak Lakukan Pungli