Belum Penuhi Standar SLHS, Dapur MBG BTN Sweta Diminta Segera Berbenah

Mataram (KabarBerita) – Pengelola Dapur MBG di Jalan Anyelir BTN Sweta, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, diminta segera melakukan pembenahan menyeluruh jika ingin mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Tim monitoring dan evaluasi (monev) perizinan Kota Mataram menemukan sejumlah catatan yang hingga kini belum ditindaklanjuti oleh pengelola.

‎Ketua Tim Monev, Baiq Nelly Kusumawati, mengatakan, hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan masih banyak aspek yang belum memenuhi standar kesehatan dan sanitasi. Beberapa di antaranya adalah belum tersedianya tempat penyimpanan limbah minyak, serta ruangan dapur yang belum memenuhi standar kebersihan dan kesehatan lingkungan.

‎‎“Catatan yang sudah kami sampaikan sebelumnya belum semuanya diperbaiki. Kalau ingin mendapatkan sertifikat laik higiene sanitasi, pengelola harus segera menindaklanjuti rekomendasi yang ada,” tegas Nelly, Kamis (13/11).

‎Ia menambahkan, pembenahan ini penting untuk menjamin keamanan dan kelayakan produk pangan yang dihasilkan oleh dapur MBG. Pihaknya tidak bermaksud mempersulit proses penerbitan izin, namun ingin memastikan setiap dapur penerima manfaat program MBG benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan.

‎“Kami ini bukan ingin mempersulit, tapi memastikan semua dapur MBG memenuhi standar. Sebab kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak yang mengeluarkan SLHS juga bisa ikut disalahkan,” ujarnya.

‎Tim Monev menegaskan, selama standar higiene dan sanitasi belum dipenuhi, SLHS belum dapat diterbitkan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap Sentra Pangan Pemerintah (SPPG) menjalankan seluruh catatan teknis sebelum sertifikat dikeluarkan, agar program nasional ini berjalan sesuai ketentuan.

‎“Kami tidak punya kewenangan menutup dapur MBG, karena itu menjadi ranah Balai Gizi Nasional (BGN). Tapi SLHS menjadi syarat agar SPPG bisa terus beroperasi. Jadi kami minta pengelola segera melakukan pembenahan,” tambah Nelly.

‎Anggota tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Aris Herdian Asriyadi, menyebut masih ada sejumlah aspek lingkungan yang perlu dibenahi secara bertahap. “Dari sisi pengelolaan lingkungan, kegiatan dapur SPPG ini perlu peningkatan agar sesuai standar. Kami akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan,” ujarnya.

‎Sementara itu, perwakilan pengelola Dapur MBG, Rahman, menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki seluruh catatan tim monev. “Kami sadar masih banyak yang belum sempurna. Dalam waktu sepekan kami targetkan semua kekurangan bisa kami benahi,” katanya.

‎Dari total 32 SPPG yang beroperasi di Kota Mataram, tercatat masih ada lima dapur MBG yang belum mengantongi SLHS. Pemerintah Kota Mataram menargetkan seluruhnya dapat memenuhi standar sebelum akhir tahun agar program MBG berjalan maksimal dan sesuai regulasi.

  • Related Posts

    Pembahasan Royalti Mataram Mall Buntu, PT PCF Persoalkan Skema Perhitungan

    Mataram(KabarBerita)— Pembahasan tunggakan royalti pengelolaan Mataram Mall antara Pemerintah Kota Mataram dan PT Pacific Cilinaya Fantasy (PCF) masih menemui jalan buntu. Hingga pertemuan lanjutan yang digelar Senin (18/5), kedua pihak…

    BNN Kota Mataram Amankan Empat Pengguna Narkoba dalam Razia Kos di Karang Taliwang

    Mataram(KabarBerita)— Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram kembali menggencarkan upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kota Mataram. Melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), BNN menggelar kegiatan penyelidikan,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Wagub NTB: Karya Kreatif NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Wagub NTB: Karya Kreatif NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Pembahasan Royalti Mataram Mall Buntu, PT PCF Persoalkan Skema Perhitungan

    Pembahasan Royalti Mataram Mall Buntu, PT PCF Persoalkan Skema Perhitungan

    BNN Kota Mataram Intensifkan Pengawasan Kos-Kosan, Penghuni Diminta Wajib Lapor Lingkungan

    BNN Kota Mataram Intensifkan Pengawasan Kos-Kosan, Penghuni Diminta Wajib Lapor Lingkungan

    Pimpinan DPRD NTB LWJ Apresiasi Pelunasan Utang RSUP Rp91,45 M

    Pimpinan DPRD NTB LWJ Apresiasi Pelunasan Utang RSUP Rp91,45 M

    Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja

    Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja

    Tampil Kompak, SMAN 9 Mataram Sabet Juara I LKBB NTB

    Tampil Kompak, SMAN 9 Mataram Sabet Juara I LKBB NTB