Darurat Armada Kapal Ternak Jelang Idul Qurban 2026, Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima-Dompu Indonesia Desak Presiden Prabowo Turun Tangan

MATARAM (KabarBerita)-Menjelang Idul Qurban 2026, Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima–Dompu Indonesia, Dr. Furkan Sangiang, mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pemerintah kabupaten/kota terkait agar segera menjamin ketersediaan armada kapal pengangkut ternak dari wilayah Bima, Dompu, dan Sumbawa menuju Jabodetabek.

Dr. Furkan menegaskan bahwa arus pengiriman sapi tahun ini memiliki urgensi ganda, tidak hanya untuk distribusi rutin, tetapi juga untuk menjamin pasokan sapi Idul Qurban yang menjadi kebutuhan utama umat Islam di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa.

“Ini menyangkut pasokan sapi Idul Qurban. Jika armada kapal tidak dipastikan sejak awal, potensi kelangkaan dan lonjakan harga sangat besar,” tegas Dr. Furkan.

Menurut Dr. Furkan, hingga saat ini belum ada kepastian jumlah dan jadwal armada kapal ternak yang akan melayani pengiriman, sementara waktu pengapalan semakin dekat. Ia mengingatkan pengalaman pahit tahun lalu yang berdampak langsung pada peternak.

Pada tahun sebelumnya, jalur Gili Mas – Tanjung Perak hanya dilayani satu armada kapal, sementara jumlah sapi yang dikirim mencapai sekitar 20 ribu ekor, atau setara dengan 400 truk tronton pengangkut ternak. Kondisi tersebut memicu antrean panjang, stres pada ternak, hingga kematian sapi dalam jumlah besar.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima–Dompu Indonesia, Adi Burhanudin. Ia menilai kondisi distribusi tahun ini justru lebih rawan.

“Saat ini jalur Bali sangat terbatas karena isu penyakit ternak. Hampir tidak ada ruang kesalahan. Jika armada kapal tidak ditambah, pasokan sapi Qurban bisa terganggu secara nasional,” ujar Adi Burhanudin.

Asosiasi menegaskan bahwa wilayah Bima, Dompu, dan Sumbawa merupakan sentra dan penyangga utama pasokan sapi nasional, terutama menjelang Idul Qurban. Oleh karena itu, gangguan distribusi akan berdampak langsung pada ketersediaan hewan Qurban dan stabilitas harga daging.

Dr. Furkan meminta Bupati Bima, Bupati Dompu, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk penambahan armada kapal ternak dan kapal Ro-Ro, serta penetapan jadwal pelayaran khusus menjelang Idul Qurban.

“Kami tidak ingin kejadian tahun lalu terulang. Jika perlu, Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung agar distribusi ternak berjalan aman, lancar, dan manusiawi,” pungkas Dr. Furkan.

Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima–Dompu Indonesia berharap pemerintah pusat dan daerah segera menerapkan kebijakan strategis dan darurat dalam distribusi ternak demi menjaga kesejahteraan peternak dan kelancaran ibadah Qurban . (red).

  • Related Posts

    Perkuat Strategis Sport Tourism di Mandalika, ITDC Resmi Umumkan Jajaran Komisaris dan Direksi MGPA

    MATARAM (KabarBerita)-InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia resmi mengumumkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT MGPA Nusantara Jaya (MGPA). Perubahan ini dilakukan sebagai langkah strategis…

    Gubernur Tinjau Jalan Lenangguar-Lunyuk, Sudirsah Sebut Keseriusan Iqbal – Dinda Perbaiki Infrastruktur di NTB

    “Dengan turun langsungnya pak Gubernur di long segment Lenangguar-Lunyuk ini betul-betul ingin memastikan bahwa jalan itu harus segera dituntaskan pada mei 2026 ini,” Sudirsah Sujanto. Sumbawa, (KabarBerita) — Gubernur Nusa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemprov NTB Mulai Benahi Akar Masalah Pendidikan

    Pemprov NTB Mulai Benahi Akar Masalah Pendidikan

    Dukungan untuk Dr Gema Menguat Jelang Musda Demokrat NTB

    Dukungan untuk Dr Gema Menguat Jelang Musda Demokrat NTB

    Mahasiswi Unram Ditemukan Tewas di Kamar Kos Gomong

    Mahasiswi Unram Ditemukan Tewas di Kamar Kos Gomong

    PAD NTB Turun, Kepala BKAD Nursalim Tegaskan Penyesuaian Alokasi Anggaran Harus Tepat Guna

    PAD NTB Turun, Kepala BKAD Nursalim Tegaskan Penyesuaian Alokasi Anggaran Harus Tepat Guna

    Pembahasan Royalti Mataram Mall Memanas, H. Muhtar Dorong Solusi Win-Win Solution

    Pembahasan Royalti Mataram Mall Memanas, H. Muhtar Dorong Solusi Win-Win Solution

    Wagub NTB: Karya Kreatif NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Wagub NTB: Karya Kreatif NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif