
MATARAM (KabarBerita) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqon angkat bicara terkait adanya penurunan trend pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri yang dialami NTB.
Aidy Furqon menyampaikan jika ada data yang menunjukan penurunan itu, dikarenakan pembatasan tenaga profesional yang diperlukan oleh dunia kerja dan tenaga skill yang dimilki NTB belum memilki kriteria sesuai dengan permintaan negara yang membutuhkan.
“Makanya Disnakertrans ini, saya berusaha bawa untuk bisa menguatkan kompetensi melalui skill center,” terangnya mantan Kepala Dikbud NTB ini saat ditemui kantornya pada,Senin (26/01/2026).
Ia juga mengungkapkan jika pemerintah NTB guna meningkatkan kompetensi itu, membentuk upgarding kompetensi dan up skilling yang spesilisasinya dikerjakan oleh Disnakertrans bersama mitra dalam hal ini bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan mekanisme yang dibutuhkan serta sesuai dengan instruksi Gubernur.
“Jadi menguatkan up skilling dan upgrading kompetensi yang ditugaskan Pak Gubernur kepada saya (Disnakertrans. Red),”ungkapnya.
Lebih jauh, selain hal pembatasan tenaga Profesional yang dimilki daerah, Ia juga mengatakan yang menjadi penyebabnya bisa juga dari agen, dan itu perlu menjadi perhatian, khususnya bagi para penyalur jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang harus dilihat, apakah ada permasalahan atau tidaknya ketika melakukan pengiriman PMI ataupun pada saat Rekrutnya.
“Nah tentu saya evaluasi nanti, PJTKI punya masalah tidak pada proses rekrutmen PMI,”katanya.
Aidy Furqon lebih jauh memaparkan jika ada beberapa data yang menunjukan kepada Disnakertrans bahwa angka pengangguran masih banyak sedangkan permintaan kerja masih banyak dan itu harus segera dicarikan solusi.
“Jadi logikanya kalau rasionya masih banyak kenapa harus pangsa pasarnya menjadi sedikit ini anomali, dan ini tantangan buat saya untuk coba menyelsaikan nanti,”jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Disnakertrans selalu melakukan upaya konsultasi untuk mengupayakan peningkatan peluang kerja, baik yang ada didalam dan luar negeri supaya tingkat pengangguran dapat dikurangi di Daerah NTB.
“Hampir setiap hari kita konsultasikan tentang hal itu, tentang peluang kerja baik dari luar dan dalam negeri,”pungkasnya. (Wira/red).







