
Mataram(KabarBerita)— Pantai Tanjung Karang kembali ramai, bukan oleh wisatawan, melainkan oleh ratusan orang yang memadati pesisir sejak pagi. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, hampir seribu orang mulai dari kader, pengurus, dan simpatisan Gerindra se-Kota Mataram hingga aparat kepolisian dan aparatur sipil negara turun langsung melakukan aksi bersih-bersih pantai, Jumat (6/2).
Ketua Panitia HUT ke-18 Gerindra Kota Mataram, Herman, mengatakan antusiasme peserta begitu terasa sejak kegiatan dimulai. Dengan peralatan seadanya, peserta menyisir garis pantai dan mengumpulkan sampah yang selama ini mencemari kawasan pesisir.
“Hari ini yang turun hampir seribuan orang. Seluruh kader dan simpatisan Gerindra di Kota Mataram. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan ratusan karung sampah berhasil kita kumpulkan,” kata Herman di sela kegiatan.
Besarnya volume sampah yang terangkut, menurut Herman, menjadi gambaran nyata bahwa persoalan kebersihan pantai masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ia menilai, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan dari pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat.
Herman mengingatkan, Pantai Tanjung Karang bukan sekadar hamparan pasir dan laut, tetapi memiliki nilai historis bagi Kota Mataram. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu ikon awal pariwisata pantai di Mataram pada era 1980 hingga 1990-an.
“Dulu, siapa yang tidak kenal Tanjung Karang? Ini adalah titik awal berkembangnya pariwisata pantai di Kota Mataram. Sangat disayangkan kalau sekarang kondisinya justru memprihatinkan,” ujarnya.
Dengan panjang garis pantai Kota Mataram yang hanya sekitar sembilan kilometer, Herman menilai potensi tersebut seharusnya dapat dikelola lebih optimal. Apalagi, dalam dokumen perencanaan daerah, Mataram telah ditetapkan sebagai kota pariwisata.








