Kemiskinan Ekstrem Belum Tertangani, DPRD Mataram Kritik Data Sosial dan Skema Bantuan

‎Mataram(KabarBerita)— Angka kemiskinan ekstrem di Kota Mataram masih menjadi sorotan serius DPRD Kota Mataram. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 28.295 kepala keluarga (KK) di daerah ini tercatat masuk dalam kategori miskin ekstrem. Persoalan tersebut dinilai sebagai pekerjaan rumah besar yang belum sepenuhnya tertuntaskan oleh pemerintah daerah.

‎Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Mataram, Ziaurrahman, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan yang komprehensif serta kolaborasi kuat antara eksekutif dan pelaku usaha atau korporasi.

‎“Ini tidak cukup hanya dengan satu program. Harus ada sinergi antara pemerintah, DPRD, dan pengusaha. Pendekatannya harus menyeluruh,” ujar Ziaurrahman.

‎Ia menyebutkan beberapa langkah strategis yang perlu diperkuat, antara lain peningkatan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan agar masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik. Selain itu, penciptaan lapangan kerja melalui intervensi usaha lokal juga dinilai penting untuk membuka peluang kerja baru bagi masyarakat miskin ekstrem.

‎Ziaurrahman juga menekankan perlunya bantuan langsung bagi warga miskin ekstrem untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik dalam bentuk uang tunai maupun bahan pangan. Menurutnya, beban biaya hidup seperti listrik juga perlu mendapat perhatian melalui skema subsidi atau penekanan biaya.

‎Terkait program bantuan sosial, ia mengakui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program yang baik. Namun, persoalan ketidaktepatan sasaran masih kerap terjadi akibat validitas data.

‎“Masalahnya sering di data. Kadang datanya sesuai keinginan, bukan kondisi riil. Banyak data DTKS yang kemarin saya minta untuk diubah,” tegasnya.

‎Ia juga menyoroti aspirasi masyarakat yang lebih menginginkan bantuan dalam bentuk permodalan tunai dibandingkan bantuan barang. Menurut Ziaurrahman, bantuan barang kerap merupakan kehendak eksekutif, bukan kebutuhan nyata rakyat.

‎“Yang mau didengarkan itu eksekutif atau rakyat? Kalau saya hanya menuntut bantuan tunai dikembalikan, tentu dengan batas maksimal yang disepakati,” Katanya.

‎Sementara itu, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Mataram, Ida Bagus Hari Sudana Putra, turut menyoroti lemahnya pendataan masyarakat miskin. Ia meminta Dinas Sosial tidak lagi menggunakan pola lama yang bersifat salin-tempel data.

‎Menurutnya, pendataan kemiskinan harus dilakukan secara berkelanjutan, akurat, dan berbasis kondisi lapangan. Ia mendorong agar proses pendataan dilakukan secara bottom up, dengan menurunkan tim yang memiliki integritas hingga tingkat kecamatan.

‎“Data kemiskinan harus selalu diperbarui. Jangan lagi copy paste data lama, karena dampaknya sangat besar terhadap ketepatan sasaran bantuan,” ujarnya.

‎DPRD menegaskan, tanpa perbaikan serius pada validitas data dan skema bantuan, upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kota Mataram berpotensi terus jalan di tempat.

  • Related Posts

    Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

    Mataram (KabarBerita)— Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Abd Rachman, menyalurkan hewan kurban kepada sejumlah lingkungan di Kota Mataram. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk…

    Kasus Kematian di Rumah Kos Jadi Sorotan, Pemkot Mataram Perketat Pengawasan

    ‎Mataram(KabarBerita)— Sejumlah kasus penemuan jenazah hingga perkelahian yang menimbulkan korban jiwa di rumah kos memantik perhatian serius Pemerintah Kota Mataram. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan bagi seluruh pengelola kos agar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Sekwil PPP NTB Siti Ary Jemput SK 10 DPC Kab/Kota ke DPP

    Sekwil PPP NTB Siti Ary Jemput SK 10 DPC Kab/Kota ke DPP

    Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

    Sambut Idul Adha, Gerindra Mataram Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Kurang Mampu

    Kasus Kematian di Rumah Kos Jadi Sorotan, Pemkot Mataram Perketat Pengawasan

    Kasus Kematian di Rumah Kos Jadi Sorotan, Pemkot Mataram Perketat Pengawasan

    Pemkot Mataram Tetap Tagih Royalti Mataram Mall, Klaim PT PCF Disebut Hanya Perbedaan Pandangan

    Pemkot Mataram Tetap Tagih Royalti Mataram Mall, Klaim PT PCF Disebut Hanya Perbedaan Pandangan

    BRIDA NTB Gagas Piloting Pertanian Terintegrasi Smart Farming

    BRIDA NTB Gagas Piloting Pertanian Terintegrasi Smart Farming

    Cak Khalid Komit Bawa BPR NTB Jadi Lembaga Keuangan Rakyat yang Sehat dan Kuat

    Cak Khalid Komit Bawa BPR NTB Jadi Lembaga Keuangan Rakyat yang Sehat dan Kuat