
Mataram, (KabarBerita) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa pembangunan tidak pernah berhasil jika dijalankan dengan pola dari atas ke bawah, melainkan harus dari bawah ke atas dan dimulai dari urusan yang paling fundemental yaitu keluarga.
Hal itu Miq Iqbal sampaikan dalam acara puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 dan pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) NTB, Kamis, (21/8)di Gedung Graha Bakti Praja.
“Model pembangunan yang mulai dari atas ke bawah selalu gagal, Pembangunan harus dilakukan dari bawah ke atas dan itu harus berangkat dari unit terkecil yaitu keluarga,” ujarnya.
Miq Iqbal juga mengatakan peran PKK selama ini berakar di masyarakat menjadi sangat penting dalam menguatkan pondasi pembangunan daerah, Karena itu, Dia berharap PKK dapat lebih terintegrasi dengan program-program pemerintah provinsi agar tujuan pembangunan berjalan beriringan.
“Kedepan PKK harus ikut memberikan saran, Jangan sampai seperti dua perahu berjalan sendiri-sendiri menuju dermaga yang berbeda, PKK dan Pemprov NTB adalah perahu yang berbeda, tapi dermaganya sama,” tegas Miq Iqbal.
Lebih jauh, Miq Iqbal menyebut PKK yang lahir pada tahun 1957 yang kini sudah berusia lebih dari 40 tahun, telah menyelesaikan proses pembentukan karakter sebagai sebuah gerakan sosial perempuan. Sehingga membuat PKK dikenal sebagai entitas gerakan yang dekat dengan masyarakat.
“PKK Alhamdulillah sudah lewat di usia 40, jadi proses karakter building-nya sudah selesai,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Sinta M Iqbal menyampaikan bahwa PKK hadir sebagai kekuatan sosial berbasis gotong royong dan kebersamaan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan.
“PKK telah hadir di tengah masyarakat dengan semangat kebersamaan. Gerakan ini berkembang menjadi kekuatan sosial yang mampu menjawab tantangan pembangunan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun lingkungan,” ucapnya.
Pada peringatan HKG PKK ke-53 tahun ini, PKK mengusung tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Indonesia Emas”. tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (red)






