Hujan Lebat hingga Angin Kencang Berpotensi Terjadi, BMKG Peringatkan Wilayah NTB

‎Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026. Peringatan ini berlaku mulai pukul 15.33 WITA hingga satu jam ke depan.

‎Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi meliputi hujan lebat hingga sangat lebat, bahkan ekstrem, yang dapat disertai angin kencang serta kilat atau petir. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat.

‎Beberapa daerah yang masuk dalam status waspada di Kabupaten Lombok Barat meliputi Kecamatan Sekotong, Lembar, dan Batu Layar. Sementara di Kabupaten Lombok Timur, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan adalah Sambelia dan Sembalun.

‎BMKG juga mencatat potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Utan, Buer, dan Rhee. Selain itu, Kabupaten Dompu juga masuk dalam daftar wilayah waspada, khususnya Kecamatan Hu’u dan Pekat.

‎Di Kabupaten Bima, cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi melanda Kecamatan Wera, Ambalawi, Tambora, dan Parado. Sedangkan di Kabupaten Sumbawa Barat, wilayah Taliwang dan Seteluk turut diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

‎Tak hanya itu, Kabupaten Lombok Utara juga masuk dalam wilayah yang perlu diwaspadai, terutama di Kecamatan Tanjung dan Pemenang.

‎BMKG mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat hujan intensitas tinggi dan angin kencang. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca memburuk dan terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG maupun instansi terkait.

  • Related Posts

    Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Dilingkungan Kampus di Mataram, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Jangan Nonton

    MATARAM (KabarBerita) – Maraknya pembubaran nonton bareng (Nobar) film “Pesta Babi” disejumlah kampus negeri dan swasta di NTB menjadi sorotan. Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga menghimbau masyarakat untuk tidak menonton.…

    99 Persen Warga NTB sudah Terdaftar JKN yang Aktif 82 Persen

    MATARAM (KabarBerita) – Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah 11 Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra), Sopyeni, menyebutkan bahwa cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Nusa Tenggara Barat mencapai 99 persen…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Dilingkungan Kampus di Mataram, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Jangan Nonton

    Nobar Film “Pesta Babi” Dibubarkan Dilingkungan Kampus di Mataram, Pemprov NTB Imbau Masyarakat Jangan Nonton

    Bawaslu dan PWI Siap Kolaborasi Literasi Politik Untuk Masyarakat

    Bawaslu dan PWI Siap Kolaborasi Literasi Politik Untuk Masyarakat

    Revitalisasi Pasar Cakra Ditarget Ditender Bulan Ini, Fokus Perbaikan Atap Bocor

    Revitalisasi Pasar Cakra Ditarget Ditender Bulan Ini, Fokus Perbaikan Atap Bocor

    99 Persen Warga NTB sudah Terdaftar JKN yang Aktif 82 Persen

    99 Persen Warga NTB sudah Terdaftar JKN yang Aktif 82 Persen

    Nekat Bangun di Lahan Sawah Dilindungi, Proyek Perumahan di Sekarbela Masih Disegel Pemkot Mataram

    Nekat Bangun di Lahan Sawah Dilindungi, Proyek Perumahan di Sekarbela Masih Disegel Pemkot Mataram

    Gubernur Tinjau Jalan Lenangguar-Lunyuk, Sudirsah Sebut Keseriusan Iqbal – Dinda Perbaiki Infrastruktur di NTB

    Gubernur Tinjau Jalan Lenangguar-Lunyuk, Sudirsah Sebut Keseriusan Iqbal – Dinda Perbaiki Infrastruktur di NTB