Kepala BRIDA NTB Paparkan Lima Arah Strategis Pembangunan Berbasis Riset dan Inovasi

Mataram (KabarBerita) – Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., mewakili Gubernur NTB menjadi narasumber dalam Seminar Nasional bertema “Inovasi Teknologi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Pembangunan Daerah Berkelanjutan” di Auditorium UIN Mataram, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UIN Mataram, Kepala Bappeda NTB, Kepala LPPM UIN Mataram, akademisi, peneliti, mahasiswa, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam pemaparannya, Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi menyampaikan bahwa NTB memiliki potensi besar pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, industri halal, dan ekonomi kreatif. Potensi tersebut juga didukung oleh sumber daya manusia dan keberadaan perguruan tinggi yang dapat menjadi penggerak riset dan inovasi daerah.

Menurutnya, tantangan pembangunan NTB bukan hanya menghasilkan penelitian, tetapi memastikan hasil riset dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Riset dan inovasi harus mendukung tiga prioritas pembangunan NTB, yaitu pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata berkelas dunia.
Mantan Kadisnaker NTB itu kemudian menyampaikan lima arah strategis pembangunan NTB ke depan.

Pertama, membangun ekosistem riset yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama untuk mengatasi persoalan kemiskinan, pertanian, kelautan, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan UMKM. Kedua, memperkuat hilirisasi inovasi, agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk, kebijakan, teknologi tepat guna, dan model pemberdayaan yang dapat diterapkan oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ketiga, mempercepat transformasi digital daerah melalui digitalisasi pelayanan publik, pengembangan smart village, pemanfaatan data, dan kecerdasan buatan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.

Keempat, membangun ekonomi berbasis potensi lokal yang berdaya saing global, melalui pengembangan pertanian modern, industri halal, ekonomi kreatif, pariwisata berkualitas, dan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Kelima, memperkuat kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

“Riset harus menghasilkan inovasi yang berdampak dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat,” ujar I Gede Putu Aryadi.

Seminar nasional ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dan mendorong pemanfaatan riset serta inovasi dalam mendukung terwujudnya NTB yang Makmur mendunia. (*)

  • Related Posts

    Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

    Mataram (KabarBerita) – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/7/2026) menghadirkan makna tersendiri bagi daerah. Bertepatan dengan momentum usia ke-54 Gubernur Nusa Tenggara Barat,…

    Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

    “Kami dari Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah daerah, baik pemerintah kota, pemerintah provinsi maupun Dinas Tenaga Kerja, agar segera mempercepat perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Mataram (KabarBerita) — Anggota Komisi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

    Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

    Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

    Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

    Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

    Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

    AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

    AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

    Hadiri Gerakan Langit Biru di Ampenan, AHY Ajak Semua Kalangan Peduli Lingkungan

    Hadiri Gerakan Langit Biru di Ampenan, AHY Ajak Semua Kalangan Peduli Lingkungan

    AHY Jadi Magnet di Pantai Ampenan, Emak-emak Berebut Swafoto

    AHY Jadi Magnet di Pantai Ampenan, Emak-emak Berebut Swafoto