
Mataram(KabarBerita)— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mencatat kerugian akibat kebakaran yang menimpa Gedung Puskesmas Babakan pada Jumat lalu ditaksir mencapai Rp450 juta. Meski mengalami kerusakan cukup signifikan, Dinkes memastikan pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut tetap berjalan normal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, mengatakan kebakaran terjadi di ruang penyimpanan imunisasi dan mengakibatkan sejumlah fasilitas penting rusak terbakar.
“Sekitar Rp450 juta kerugiannya,” ujar Emirald.
Ia menjelaskan, kebakaran tersebut menghanguskan satu unit freezer penyimpanan vaksin imunisasi, tiga unit komputer, serta menyebabkan kerusakan pada bangunan ruang penyimpanan itu sendiri.
“Itemnya itu freezer untuk imunisasi, komputer ada sekitar tigaan, sama nilai untuk ruangannya,” jelasnya.
Emirald memastikan perbaikan gedung dan fasilitas yang terdampak akan dilakukan. Namun, langkah tersebut akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pihak Puskesmas Babakan agar kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama.
“Kita diskusikan juga dengan puskesmas agar ini menjadi pembelajaran, sekaligus tanggung jawab untuk melakukan analisis dan pengendalian ke depan, termasuk penanganan dampaknya,” katanya.
Untuk sementara, Dinkes Kota Mataram menerapkan skema berbagi dukungan layanan antar puskesmas. Kebutuhan pelayanan yang belum dapat dipenuhi di Puskesmas Babakan akan dibackup oleh puskesmas lain yang berstatus BLUD.
“Langkahnya kita sharing bersama. Apa yang kurang di sana akan kita support dari puskesmas lain yang alatnya tersedia. Strateginya seperti itu,” ungkap Emirald.
Terkait layanan imunisasi, Dinkes memastikan penyediaan vaksin tetap aman. Freezer penyimpanan vaksin sementara akan dibackup oleh Instalasi Farmasi.
“Misalnya vaksinasinya, freezernya nanti kita serahkan ke Instalasi Farmasi untuk membackup penyediaan vaksinnya,” ujarnya.
Emirald juga menegaskan tidak ada vaksin untuk kebutuhan jamaah haji yang terdampak kebakaran. Menurutnya, sistem distribusi vaksin tidak menempatkan seluruh stok di puskesmas.
“Vaksin haji tidak terdampak. Puskesmas Babakan tetap bisa melayani pemberian vaksin jamaah haji. Intinya pelayanan tetap berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran masih berlangsung. Meski demikian, Emirald mengimbau seluruh puskesmas di Kota Mataram menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi bersama.
Ia meminta setiap puskesmas meningkatkan langkah antisipasi, termasuk melakukan pemeriksaan rutin dan pemeliharaan jaringan listrik yang kerap menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran.







