Krisis SDM Mengintai, Pemkot Mataram Kekurangan 3.000 Pegawai

Mataram(KabarBerita) — Pemerintah Kota Mataram tengah dihadapkan pada persoalan serius yang berpotensi mengganggu ritme pelayanan publik. Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat ini tercatat mengalami krisis Sumber Daya Manusia (SDM), dengan kekurangan pegawai yang jumlahnya tidak sedikit.

‎Berdasarkan hasil Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab ABK), kebutuhan ideal pegawai di lingkungan Pemkot Mataram hampir menyentuh angka 12 ribu orang. Namun realitas di lapangan menunjukkan jurang ketimpangan yang cukup dalam antara kebutuhan dan ketersediaan aparatur.

‎Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Taufik Priyono, mengungkapkan bahwa jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang aktif saat ini hanya berada di kisaran 6.000 orang. Artinya, Pemkot Mataram baru memiliki separuh dari jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk menjalankan pelayanan secara ideal.

‎“Kalau kita merujuk pada hitungan Anjab ABK, kebutuhan pegawai kita idealnya mencapai 11.900 orang, hampir 12.000. Sementara ASN yang ada saat ini hanya sekitar 6.000 orang,” kata Taufik, Senin, 12 Januari 2026.

‎Untuk menjaga agar roda pelayanan tidak tersendat, Pemkot Mataram terpaksa menerapkan strategi “tambal sulam”. Kekosongan pegawai ditutupi dengan keberadaan sekitar 3.000 tenaga paruh waktu serta 669 tenaga non-ASN kontrak daerah yang tersebar di berbagai OPD.

‎Meski secara akumulasi jumlah personel mencapai kurang lebih 9.000 orang, angka tersebut masih menyisakan defisit sekitar 3.000 pegawai. Kondisi ini membuat banyak OPD harus bekerja dengan beban berlipat, sementara tuntutan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

‎Situasi ini diperkirakan akan semakin berat ke depan. Setiap tahun, gelombang pensiun ASN terus menggerus jumlah pegawai yang ada, sementara kebijakan rekrutmen dari pemerintah pusat belum tentu sejalan dengan kebutuhan riil daerah.

‎“Setiap tahun jumlah pegawai pasti berkurang kalau tidak ada penerimaan yang seimbang dengan jumlah yang pensiun,” keluhnya.

‎Kekurangan pegawai ini hampir merata di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari sekian banyak instansi, hanya Badan Keuangan Daerah (BKD) yang tercatat memiliki formasi pegawai sesuai standar. OPD lainnya terpaksa mengoptimalkan sumber daya yang terbatas untuk menjalankan fungsi pelayanan.

‎“Hampir semua OPD kekurangan pegawai. Sejauh ini hanya di BKD yang formasinya sudah terpenuhi, karena BKD merupakan instansi strategis hasil penggabungan fungsi pendapatan serta pengelolaan keuangan dan aset daerah,” pungkas Taufik.

  • Related Posts

    Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

    ‎Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan normal meskipun kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan. Kebijakan tersebut hanya berlaku terbatas bagi sebagian…

    Dishub Mataram Siapkan Tarif Baru Parkir di RTH

    Mataram (KabarBerita) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram berencana menerapkan tarif baru retribusi parkir sesuai Peraturan Daerah (Perda). Namun, penerapannya tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan secara terbatas di sejumlah titik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

    Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker