Wali Kota Mataram Beberkan Alasan Uji Coba Program Lima Hari Sekolah

Mataram(KabarBerita)— Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengungkapkan latar belakang kebijakan penerapan program lima hari sekolah atau full day school yang saat ini masih berada pada tahap uji coba. Menurutnya, kebijakan ini belum diberlakukan secara permanen karena masih membutuhkan penyempurnaan melalui sosialisasi dan evaluasi berkelanjutan.

‎“Program lima hari sekolah ini masih tahap uji coba. Kita lakukan sosialisasi sambil membenahi pelaksanaannya agar benar-benar efektif, baik dari sisi muatan pembelajaran maupun kesiapan siswa,” ujar Mohan Roliskana.

‎Ia menjelaskan, salah satu alasan utama kebijakan ini adalah untuk menciptakan quality time yang lebih berkualitas antara orang tua dan anak. Dengan libur sekolah pada Sabtu dan Minggu, keluarga diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dan beraktivitas bersama.

‎“Kita ingin ada waktu yang berkualitas antara orang tua dan anak. Sabtu dan Minggu biasanya orang tua juga libur bekerja, sehingga bisa dimanfaatkan untuk liburan keluarga atau kegiatan bersama,” jelasnya.

‎Selain itu, program ini juga ditujukan untuk memberikan waktu rehat yang memadai bagi para tenaga pendidik. Menurut Mohan, guru membutuhkan waktu untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan bahan ajar yang lebih matang.

‎“Kita ingin bapak dan ibu guru memiliki waktu istirahat yang cukup, sekaligus bisa mempersiapkan materi pembelajaran untuk hari Senin, termasuk mengikuti pengayaan dan peningkatan kompetensi,” katanya.

‎Mohan juga berharap hari libur sekolah dapat dimanfaatkan orang tua untuk mengarahkan anak-anak mengembangkan bakat nonakademik. “Hari libur jangan hanya dihabiskan di rumah, tapi bisa diisi dengan mengarahkan anak melakukan aktivitas fisik diluar ruangan, baik kegiatan seni, olahraga, atau aktivitas positif lainnya sesuai minat anak,” ujarnya.

‎Dari sisi pembelajaran, ia menegaskan bahwa penerapan lima hari sekolah bukan sekadar menambah jam belajar, melainkan memadatkan waktu agar proses belajar mengajar lebih efektif. “Pemadatan waktu belajar ini diharapkan membuat pembelajaran lebih fokus dan berkualitas,” tambahnya.

‎Ia juga menaruh harapan besar agar orang tua dapat membatasi penggunaan gawai anak saat libur sekolah. Dengan tidak adanya aktivitas belajar di sekolah pada Sabtu, anak-anak diharapkan lebih banyak melakukan aktivitas fisik di luar ruang serta menjalani kegiatan yang mampu memperkuat hubungan keluarga.

‎Terkait kekhawatiran akan potensi kemacetan lalu lintas sebagai dampak kebijakan lima hari sekolah, Wali Kota Mataram menilai kondisi tersebut hanya akan terjadi pada jam-jam tertentu. Secara umum, kebijakan ini justru dinilai dapat membuat ritme kota lebih longgar pada akhir pekan, karena aktivitas sekolah dan sebagian kegiatan harian terpusat pada lima hari kerja.

  • Related Posts

    Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

    ‎Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan normal meskipun kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan. Kebijakan tersebut hanya berlaku terbatas bagi sebagian…

    Dishub Mataram Siapkan Tarif Baru Parkir di RTH

    Mataram (KabarBerita) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram berencana menerapkan tarif baru retribusi parkir sesuai Peraturan Daerah (Perda). Namun, penerapannya tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan secara terbatas di sejumlah titik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

    Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker