Tempah Dedoro Terbukti Efektif, Wali Kota Mataram Putuskan Perluas Program ke Seluruh Kelurahan

Mataram(KabarBerita) — Inovasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan kembali mendapat sorotan positif dari Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana. Kali ini, apresiasi diberikan kepada Kepala Lingkungan Marong Karang Tatah, Kelurahan Karang Baru, yang berhasil mengelola sampah secara mandiri melalui sistem bernama tempah dedoro.

‎Program sederhana namun berdampak besar ini dinilai efektif dalam mereduksi sampah organik dari sumbernya. Melihat hasil nyata di lapangan, Wali Kota pun mengambil langkah tegas dengan memutuskan memperluas penerapan tempah dedoro ke lingkungan lain di seluruh kelurahan di Kota Mataram.

‎“Saya sempat berdiskusi langsung dengan kepala lingkungan setempat. Dari hasil yang disampaikan, keberadaan tempah dedoro mampu mengurai hingga 50 persen sampah dari total produksi sekitar 100 kilogram per hari. Ini angka yang cukup signifikan untuk satu lingkungan,” ujar Mohan.

‎Atas dasar itulah, Pemkot Mataram berkomitmen memperluas program tersebut secara bertahap. Sekretaris Daerah Kota Mataram bahkan telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung pelaksanaan tempah dedoro di sejumlah lingkungan pada 50 kelurahan yang ada.

‎Meski demikian, Mohan mengakui belum semua lingkungan dapat langsung tersentuh program ini. Penentuan lokasi akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, sementara penunjukan lingkungan pelaksana diserahkan kepada masing-masing lurah. “Yang jelas, program ini akan segera berjalan,” tegasnya.

‎Dari sisi pembiayaan, tempah dedoro tergolong ekonomis. Satu titik hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta. Ke depan, setelah berjalan di lingkungan pemukiman, kebijakan ini juga akan diperluas ke kawasan perkantoran, sekolah, pertokoan hingga kompleks perumahan.

‎Wali Kota berharap, keberhasilan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah masing-masing. “Kalau sudah paham manfaatnya, saya yakin warga bisa melakukannya sendiri karena sistem ini sangat efektif,” ujarnya.

‎Keberhasilan tempah dedoro di Marong Karang Tatah tak lepas dari dukungan warga yang kooperatif. Satu unit tempah dedoro dapat difungsikan hingga satu tahun, dengan sampah organik yang terurai menjadi kompos sebelum diangkat dan digunakan kembali. Bahkan, satu unit bisa dimanfaatkan oleh tiga hingga empat kepala keluarga.

‎Secara teknis, tempah dedoro dibuat dari buis beton lengkap dengan penutup dan lubang pembuangan sampah organik. Untuk mengurangi bau sekaligus mempercepat proses penguraian, warga cukup menyemprotkan cairan EM4 atau memanfaatkan air bekas cucian beras yang mudah diperoleh.

‎“Yang terpenting, seperti di sini, kepala lingkungan harus menjadi motor penggerak. Jika itu berjalan, saya yakin tempah dedoro akan sukses di lingkungan lain,” pungkas Mohan.

  • Related Posts

    Pelayanan Publik Tetap Jalan, Pemkot Mataram Batasi WFH ASN Hanya 30 Persen

    ‎Mataram(KabarBerita)— Pemerintah Kota Mataram memastikan seluruh layanan publik tetap berjalan normal meskipun kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan. Kebijakan tersebut hanya berlaku terbatas bagi sebagian…

    Dishub Mataram Siapkan Tarif Baru Parkir di RTH

    Mataram (KabarBerita) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram berencana menerapkan tarif baru retribusi parkir sesuai Peraturan Daerah (Perda). Namun, penerapannya tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan secara terbatas di sejumlah titik…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia, Pemprov NTB Komitmen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    DPP PAN Ingatkan Kader Kerja Nyata dan Berdampak Untuk Rakyat

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Maskapai Transnusa Resmi Layani Penerbangan Lombok-Jakarta

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Tunaikan Janji Politik, Gubernur NTB Serahkan Bantuan Dana Desa Sebesar Rp 300 Juta Hingga Rp 500 Juta Per Desa

    Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker

    Pimpin YKI NTB, Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker