
MATARAM (KabarBerita) – Menetri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron wahid mengatakan Ulama dimanapun tidak boleh Apriori dengan politik meskipun tidak harus politik praktis karena hal Itu sangat penting.
“Poltik bukan untuk mengejar kekuasaan tapi politik untuk mengambil dan mempengaruhi kebijakan,” ujar Menteri ATR/BPN tersebut dalam sambutannya pada saat pengukuhan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB. Pada Sabtu (11/4/2026) di Auditorium UIN Mataram.
Nusron Wahid menambahkan bahwa politik adalah bagian ikhtiar dari seseorang bahkan kelompok untuk memperbaiki keadaan sesuai dengan penyampainnya yang ia kutip dari pernyataan Imam Syafi’i. “Politik adalah usaha manusia untuk memperbaiki kebijakan manusia untuk mencapai derajat/jalan yang lebih baik setahap demi setahap itu menurut Imam Syafi’i,” ucapnya.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa politik itu tidak bisa dilakukan secara drastis dan agresif dan tidak memaksakan kehendak tapi membutuhkan waktu yang lama supaya prosesnya berjalan dengan baik dan benar. “Politik tidak boleh menggunakan pendekatan Revolusioner tapi harus Evolusioner,” terangnya.
Ia pun menutup orasi kebangsaannya yang sekaligus menjadi sambutannya dalam kegiatan pengukuhan Pengurus MUI NTB masa bakti 2025-2030, dengan mengucapkan selamat kepada para pengurus dan berharap supaya orang-orang yeng terpilih untuk tetap bersinergi dengan pemerintah guna menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di mulai dari daerah terutama NTB. “Ucapan selamat juga disampaikan kepada pengurus yang dilantik dengan masa bhakti 2025-2030, tetap bersinergi demi menjaga NKRI dimulai dari daerah,”tutupnya. (Wira/red).






