Pemprov NTB Dorong Percepatan Geopark Tambora Masuk UNESCO

MATARAM (KabarBerita) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong percepatan Geopark Tambora agar dapat ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) dan diakui oleh dunia.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daearah (Bappeda) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti menegaskan, bahwa berbagai persiapan dan pemenuhan syarat terus dilakukan pemerintah daerah dan pihak terkait guna segera terealisasinya harapan besar tersebut. “Rinjani sudah dapat, sekarang kita sedang memproses supaya Tambora juga masuk,” ujarnya saat dimintai keterangannya di area Kantor Gubernur NTB, pada, Kamis (30/04/2026).

Menurut Baiq Nelly, Geopark Tambora memiliki potensi besar dari sisi geologi, budaya, hingga keanekaragaman hayati yang layak diakui dunia internasional. Karena itu, Pemprov NTB terus memperkuat koordinasi dan melengkapi berbagai indikator yang menjadi penilaian UNESCO supaya penetapan Tambora sebagai (UGG) segera terwujud. “Geopark Tambora memiliki kekayaan alam dan nilai sejarah yang sangat besar. Saat ini pemerintah terus melakukan penguatan dari sisi pengelolaan, edukasi masyarakat, hingga pengembangan kawasan agar memenuhi standar UNESCO,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dorongan menuju pengakuan UNESCO bukan hanya untuk meningkatkan citra daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan Tambora. “Jadi ini bukan hanya tentang citra, tapi perkembangan,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov NTB juga terus melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan geopark, mulai dari penguatan UMKM, pelestarian budaya, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan penyangga.

Baiq Nelly juga berharap seluruh pihak dapat mendukung proses tersebut sehingga Geopark Tambora dapat segera memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark dan menjadi kebanggaan masyarakat NTB setelah adanya pengakuan terhadap Geopark Rinjani pada 2018 lalu. “Ini bukan hanya tentang pengakuan internasional, tetapi bagaimana kawasan Tambora bisa memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Wira/red).

  • Related Posts

    Sebanyak 4.313 Orang Jama’ah Haji Telah Tiba di Tanah Air

    Mataram (KabarBerita) — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenhaj NTB) mencatat hingga hari ke-14 operasional debarkasi Lombok sebanyak 11 kelompok terbang (kloter) dengan 4.271…

    Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

    LOMBOK BARAT (KabarBerita)– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat terus memperkuat perlindungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar TPA Regional Kebon Kongok melalui Program Kompensasi Dampak Negatif (KDN). Komitmen tersebut ditegaskan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Komisi IV DPRD Mataram: Penanganan Isu LGBT Harus Terpadu, Bukan Persekusi

    Komisi IV DPRD Mataram: Penanganan Isu LGBT Harus Terpadu, Bukan Persekusi

    DPRD Mataram Pertanyakan Nasib Ribuan Pekerja Mataram Mall, Sekda Pastikan Tenant dan Karyawan Tetap Aman

    DPRD Mataram Pertanyakan Nasib Ribuan Pekerja Mataram Mall, Sekda Pastikan Tenant dan Karyawan Tetap Aman

    Sebanyak 4.313 Orang Jama’ah Haji Telah Tiba di Tanah Air

    Sebanyak 4.313 Orang Jama’ah Haji Telah Tiba di Tanah Air

    Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

    Pemprov NTB Perkuat Perlindungan Warga Lingkar TPA Kebon Kongok

    Jelang Porwada PWI NTB 2026, PJU Polda NTB Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer dengan Insan Pers

    Jelang Porwada PWI NTB 2026, PJU Polda NTB Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer dengan Insan Pers

    Komisi II DPRD Mataram Dukung Perpanjangan Kontrak Mataram Mall, Asal Tunggakan dan Aset Dituntaskan

    Komisi II DPRD Mataram Dukung Perpanjangan Kontrak Mataram Mall, Asal Tunggakan dan Aset Dituntaskan