Sosialisasi Germas, HMA Dorong Kesadaran Masyarakat Hidup Sehat

Lombok Barat, (KabarBerita) – Sosialisasi Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang dirangkai dengan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang di Komandoi Komisi IX DPR RI H.Muazzim Akbar yang berlangsung di Gem Pearls Lombok Barat (11/6).

H.M Mu’azim mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan ajang edukasi dan informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tentang pentingnya menjaga kesehatan, dan langkah – langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah kemungkinan penyakit yang beresiko tinggi.

“Jadi kami disini mengadakan sosialisasi Germas bertujuan untuk memberikan Edukasi dan Informasi kepada masyarakat tentang betapa pentingnya mengetahui keadaan kesehatan sedini mungkin dan untuk mencegah stunting yang tujuannya sejalan dengan Program Makan Bergizi Gratis (PMBG),” ujarnya.

Politisi PAN ini juga menyinggung kesadaran masyarakat tentang program PKG, dimana sesuai data, Lombok Barat masih kurang tingkat kesadarannya tentang pemeriksaan kesehatan gratis, itu bisa dilihat dari data, kurang dari 1% masyarakat Lombok Barat yang melakukan PKG.

“Hal-hal semacam inilah yang perlu kita sosialisasikan ke masyarakat, terutama sekali saya mengajak kepada  aparatur kesehatan yang ada di Lombok Barat baik dari Dikes Lobar, Rumah sakit dan Posyandu, kalau kita lihat dari angka 1% berarti petugasnya juga belum melakukan PKG,” terangnya.

Oleh karenanya, dengan adanya sosialisasi bisa meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarkat supaya tercapai progaram prioritas Pemerintah salah satunya PKG. Ia juga mengatakan perlunya kerjasama dari pihak Rumah Sakit dan Puskesmas untuk jemput bola.

“Jadi program PKG ini adalah program skala prioritas Presiden selain MBG, jadi kita perlu kerjasama dari instansi terkait seperti Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan posyandu untuk menjemput bola dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah baik dari tingkat SMA sderajat sampai dengan Tingkat PAUD/TK sederajat, dan nanti kalo masyarakat umum bisa mendatangi Posyandu langsung,” tuturnya.

Dikatakan faktor malas dan takut menjadi penyebab utama program PKG tidak berjalan sesuai dengan harapan.

“Malas adalah alasan utama kurangnya kesadaran masyarakat dalam PKG, dan rasa takut juga sangat mempengaruhi masyarakat, takut terbawa pikiranlah jika sudah mengetahui bahwa jika sudah terindikasi penyakit, Padahal kalau kita sudah mengetahui adanya indikasi kalau kita ada penyakit nanti akan di rekomendasikan langkah apa saja yang harus kita lakukan dan bagaimana penanganannya sesuai dengan aturan medis yang berlaku,” tutupnya.

Penulis : Wira Surya

Related Posts

Perkuat Layanan Kesehatan di Bumi Gora, Mendikdasmen RI dan Gubernur NTB Resmikan RS UMMAT

LOMBOK TIMUR (KabarBerita) – Penguatan layanan kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Barat kembali mendapat dukungan melalui peresmian Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Mataram (RS UMMAT) PKU Muhammadiyah Lombok Timur oleh Menteri…

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

MATARAM (KabarBerita)-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB melakukan transformasi menyeluruh menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, modern, manusiawi, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Arahan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak