Sukseskan Program Presiden, Pemprov NTB Rampungkan Irigasi Maronggek

Lombok Timur (KabarBerita) – Untuk mensukseskan Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto yaitu Ketahanan Pangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melakukan Rehabilitasi Irigasi di Maronggek Kompleks, Loyok, Sikur Lombok Timur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, Senin (1/12/2025) saat meninjau Lokasi Irigasi bersama Tim dari PU dan awak Media menegaskan bahwa Program Pemerintah Pusat yaitu ketahan pangan selaras dengan Program Pemprov NTB yang di wujudkan dalam Program Desa Berdaya. Ia juga mengaskan bahwa dengan adanya Rehabilitasi irigasi itu, nantinya banyak yang bisa memanfaatkan terutama sekali para petani yang bisa menerima manfaat lebih, seperti peningkatan hasil penen.

“Jadi hasi panen disini, padi dan palawija dan itu yang akan ditingkatkan hasilnya dengan adanya irigasi ini,”ucap Sadimin.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa penerima manfaat dengan adanya rehabilitasi irigasi itu sangat banyak dan luas yaitu, para petani yang mempunyai persawahan di daerah tersebut.

“Jadi 378 Hektar yang menerima manfaat, dengan panjang irigasi 3.8 km, untuk 4 ruas, dan progresnya saat ini sudah 93 persen,”ujarnya.

Sadimin juga mengatakan Program itu sudah mencapai 93 persen karena  lebih awal tendernya, dan pagu pelaksanaannya 4 bulan dengan anggaran 5,4 M.

“Jadi ini pagunya pada bulan September dan anggaranya itu 5,4 M, jadi lebih dulu yang ini dari pada Progaram yang di Tanjung Geres,”terangya.

Sedangkan pihak PT. Helium Persada konsultan, selaku konsultan mengatakan bahwa saat ini dia berada di deviasi positif dengan 98 persen, yang target awal 93,15 persen, dan deviasinya 2,37 persen.

“InsyAllah sebelum akhir tahun selesai, dan tinggal bagian akhirnya melakukan perapian, sedangkan konstruksinya sudah selesai, perapiannya karena masih ada bahan timbunan yang belum diselesaikan,”ucapnya.

Pihak Konsultan juga menambahkan Dengan permasalahan yang tetap sama tiap tahunnya, Loyok merupakan daerah yang sering mengalami overtopping (peluapan), oleh karena itu sesuai dengan amanat yang telah diberikan oleh Pemprov NTB dan Dinas PU, sebelum melakukan rehabilitasi pihak konsultan melakukan anlisis hidrolis untuk memastikan air yang dialiri, sesuai dengan model bangunan irigasi yang dibuat.

“Jadi beberapa titik yang ada di sikur kanan mengalami overtopping, karena berada di bawah pegunungan, sehingga buangan drainase masuk sehingga tidak bisa ditampung awalnya, setelah melakukan anlisis hidrolis kami tinggikan, sehingga bisa terkendali,”jelasnya.

Sadimin kembali menambahkan bahwa, program Rehabilitasi Irigasi ini diluar estimasinya, dikarenakan adanya perubahan yang dipikirkan oleh pihak konsultan.

“Jadi dimensi salurannya diperbesar disesuaikan dengan kebutuhan, dan kita seharusnya tidak seperti itu, cuman rata-rata, ditempat kita itu tidak ada yang secara khusus untuk penanganan drainase, dan itu ada dimana-mana,”imbuhnya

“Jadi ini merupakan fungsi lebih, supaya tidak mengakibatkan banjir pada saat musim penghujan karena Overtopping,”jelasnya.

Sadimin juga berharap supaya masyarakat Untuk memlihara apa yang sudah dibangun pemerintah, dan perlu peran serta masyarakat untuk menjaga dan merawat, dengan tidak melakukan perusakan pada bagian tertentu, seperti melubangi bagian yang sudah dibangun.

“Jadi jangan melihat, keuntungan pribadi dengan merusaknya dan jangan apa yang sudah dibuatkan (red irigasi) jangan dibolong-bolong dijalan, karena itu nanti implikasinya terhadap alokasi air, sesuai dengan rencana kita, dan pemakaian air harus disesuaikan dengan kebutuhan dan sudah diatur di tiap pintu,”imbuhnya. (Red)

  • Related Posts

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    Lampiran : Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025 tertanggal 30 Desember 2025 #36

    PMI NTB Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Apjati NTB Angkat Bicara

    Mataram, (KabarBerita) – Sebuah video lima perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) beredar luas dan viral di media sosial. Dalam vidio itu, lima PMI memohon bantuan pemerintah Indonesia agar bisa segera…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    SINKRONISASI PROGRAM PRIORITAS NASIONAL DENGAN PROGRAM PRIORITAS PROVINSI NTB TAHUN ANGGARAN 2026

    Menebar Semangat Kebaikan, Indosat Buat Terobosan Baru di Bulan Ramadan

    Menebar Semangat Kebaikan, Indosat Buat Terobosan Baru di Bulan Ramadan

    PMI NTB Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Apjati NTB Angkat Bicara

    PMI NTB Diduga Jadi Korban TPPO di Libya, Apjati NTB Angkat Bicara

    Tak Perlu Tunggu Kemendagri, Dewan Dorong Pemkot Mataram Rampingkan SOTK

    Tak Perlu Tunggu Kemendagri, Dewan Dorong Pemkot Mataram Rampingkan SOTK

    Tunggu Arahan Pusat, Pemkot Mataram Tahan Perampingan OPD

    Tunggu Arahan Pusat, Pemkot Mataram Tahan Perampingan OPD

    TAPD dan DPRD Mataram Sepakati Batas Input Pokir 2027, Ditutup 17 Maret

    TAPD dan DPRD Mataram Sepakati Batas Input Pokir 2027, Ditutup 17 Maret