Terima Kunjungan Dubes Oman, Pemprov NTB Sodorkan Proyek Energi Terbarukan

MATARAM (KabarBerita)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima kunjungan strategis dari Duta Besar (Dubes) Oman untuk Indonesia Mohamed Ahmed Salim diruang Gubernur.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di ajang Bali Jagadita yang difasilitasi oleh Bank Indonesia, di mana pihak Oman menyatakan ketertarikannya terhadap potensi investasi di NTB.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Niken Arumdati, mengatakan dalam pertemuan itu, Pemprov NTB memaparkan sejumlah proyek strategis yang siap digarap oleh investor (investment ready), khususnya di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Dari sektor energi, ada dua proyek yang statusnya sudah investment ready, yaitu PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) on-grid berkapasitas 20 MW , dan PLT Bayu (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin) on-grid berkapasitas 50 MW yang satunya di Lombok tengah dan satunya lagi di Lombok Timur,” ujar Niken saat memberikan keterangan kepada media dihalaman kantor Gubernur NTB, Kamis (18/6/2026).

Lebih lanjut Niken menjelaskan, nilai investasi untuk kedua proyek siap bangun tersebut cukup signifikan. Proyek PLTS 20 MW diperkirakan sekitar 16 hingga 18 juta dollar. Sementara investasi untuk PLT Bayu berkisar antara 45 hingga 60 juta dollar.

“Untuk angin memang lebih mahal karena kecepatan angin di NTB tidak tergolong tinggi, sehingga membutuhkan teknologi turbin khusus untuk memanen energinya,” katanya.

Kedua proyek ini juga sudah masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, dengan jadwal lelang (bidding) pada tahun 2028 untuk PLTS, serta bertahap pada 2027 dan 2028 untuk PLT Bayu.

Selain proyek on-grid, Dinas ESDM NTB juga menawarkan potensi pemanfaatan 15 bendungan besar di NTB untuk dikembangkan menjadi PLTS terapung (floating PLTS) dan mikro hidro, serupa dengan proyek yang ada. Sebagai langkah awal, pihak Dubes Oman langsung diajak melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke Bendungan Meninting di Lombok Barat.

“Mereka sangat tertarik untuk sektor energi ini. Contohnya Bendungan Meninting sendiri, potensi mikro hidronya mencapai 400 KW (0,4 MW). Sedangkan untuk PLTS terapungnya sangat potensial, bisa mencapai 9,3 MW,” paparnya.

Niken menambahkan Sesuai regulasi Kementerian PUPR, maksimal 20% dari luasan genangan bendungan dapat dimanfaatkan untuk PLTS terapung. Niken memberikan gambaran bahwa kapasitas 9,3 MW di Bendungan Meninting ini tergolong besar.

“Sebagai perbandingan, PLTS Sengkol di Lombok Tengah yang dioperasikan Vena Energy saat ini kapasitasnya 5 MW. Jadi potensi di Meninting ini hampir dua kali lipatnya,” ucapnya.

Dikatakannya juga Seluruh produksi listrik dari proyek-proyek utility scale ini nantinya akan dibeli oleh PLN sebagai off-taker tunggal dengan kontrak jangka panjang hingga 25 tahun, untuk kemudian masuk ke dalam sistem interkoneksi kelistrikan daerah.

Niken juga mengkomfirmasikan Selain Oman, beberapa negara lain seperti Bahrain, Bulgaria, dan Armenia juga telah menyatakan ketertarikan serupa untuk menjajaki investasi di NTB, menyusul investor dari Singapura (Vena Energy) dan Jerman yang telah melakukan investasi, serta Belanda yang saat ini sedang melakukan penjajakan. (Wira/red).

  • Related Posts

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Mataram (KabarBerita) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat paripurna bersama Pemerintah Provinsi NTB dengan agenda penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas…

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    Mataram (KabarBerita) – Ketua Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), Dr. Zainul Majdi menyayangkan pernyataan anggota Komisi III DPR RI Abdullah yang menyebut afiliasi organisasi pondok pesantren dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Paripurna DPRD NTB, Pemprov Ajukan KUA-PPAS APBD 2027 Senilai Rp6,2 Triliun

    Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

    Komisi III DPRD Mataram Ingatkan Kontraktor SPALD-T Wajib Ganti Seluruh Kerusakan Akibat Proyek

    Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

    Karpet Merah Menuju PON 2028, Ketua KONI Mataram: Juara Porprov Otomatis Masuk Radar NTB

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    TGB klarifikasi Penyebutan Nama dan Afiliasi Organisasi dalam Kasus Kekerasan Santri

    BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

    BRIDA NTB Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi Bersama Smart ID untuk Mendorong Inovasi Berdampak

    Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB Komit Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Jurdil

    Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu NTB Komit Perkuat Sinergi Wujudkan Pemilu Jurdil