Turun ke Forum K3S, Ketua DPRD Mataram Catat Masalah Gedung hingga Mebeler Sekolah

Mataram(KabarBerita)- Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik turun langsung menyerap denyut persoalan pendidikan dasar saat menghadiri forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cakranegara, Senin (19/1). Kehadiran pimpinan legislatif ini menjadi sinyal bahwa ruang dialog antara pengambil kebijakan dan pelaksana pendidikan terus dibuka.

‎Di hadapan para kepala sekolah, Abdul Malik menegaskan kunjungannya bukan sekadar seremonial. Ia ingin mendengar secara langsung kondisi riil sekolah-sekolah dasar, terutama persoalan infrastruktur yang masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah titik. “Saya hadir untuk mendengar langsung kondisi di lapangan, bukan hanya laporan di atas kertas,” ujarnya.

‎Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan bersama pemerintah daerah dalam penyusunan anggaran, DPRD membutuhkan data dan gambaran nyata. Menurut Abdul Malik, aspirasi dari kepala sekolah menjadi penentu agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. “Kalau datanya jelas, perencanaan anggaran juga akan lebih terarah dan tidak melenceng dari kebutuhan,” katanya.

‎Ia mengungkapkan masih ditemukannya sekolah yang membutuhkan perhatian khusus, mulai dari kondisi gedung, ruang kelas, hingga fasilitas sanitasi. Catatan tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian bersama. “Ada sekolah yang perlu rehabilitasi ruang kelas, ada juga yang sanitasi dan fasilitas pendukungnya perlu ditingkatkan,” ucap Abdul Malik.

‎Tak hanya soal bangunan, persoalan mebeler belajar juga mencuat dalam forum tersebut. Abdul Malik menilai ketersediaan meja dan kursi siswa merupakan kebutuhan mendasar. “Meja dan kursi siswa itu bukan pelengkap, tapi kebutuhan utama yang langsung berpengaruh pada kenyamanan belajar,” tegasnya.

‎Untuk menindaklanjuti berbagai persoalan itu, Abdul Malik menekankan pentingnya pendataan yang akurat dari seluruh kecamatan. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan skala prioritas. “DPRD tidak bisa bekerja sendiri, kami butuh data dari sekolah agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penganggaran,” jelasnya.

‎Ia juga memberikan apresiasi terhadap K3S yang dinilai efektif sebagai wadah komunikasi kepala sekolah. Menurutnya, forum ini mampu merangkum aspirasi pendidikan secara lebih terstruktur. “K3S menjadi saluran yang strategis karena langsung bersumber dari pelaku pendidikan di lapangan,” katanya.

‎Di akhir pertemuan, Abdul Malik menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pembangunan Kota Mataram. Penguatan pendidikan dasar, menurutnya, merupakan fondasi penting bagi masa depan daerah. “Kalau pendidikan dasar kita kuat, jenjang berikutnya akan jauh lebih siap,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

    ‎Mataram(KabarBerita)- PT Pacific Cilinaya Fantasy (PCF) dipastikan kembali mengelola kawasan Cilinaya setelah Pemerintah Kota Mataram resmi memperpanjang perjanjian kerja sama selama 20 tahun. Kesepakatan yang berlaku hingga 2046 itu ditandai…

    AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

    Mataram(KabarBerita)– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap ancaman abrasi yang terjadi di kawasan pesisir, termasuk di Kota Mataram.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

    Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

    Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

    Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

    Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

    Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

    AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

    AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

    Hadiri Gerakan Langit Biru di Ampenan, AHY Ajak Semua Kalangan Peduli Lingkungan

    Hadiri Gerakan Langit Biru di Ampenan, AHY Ajak Semua Kalangan Peduli Lingkungan

    AHY Jadi Magnet di Pantai Ampenan, Emak-emak Berebut Swafoto

    AHY Jadi Magnet di Pantai Ampenan, Emak-emak Berebut Swafoto