
Mataram(KabarBerita) — Proses evakuasi sebuah mobil box yang terjun ke sungai di kawasan komplek pertokoan Jalan Dokter Wahidin, Lingkungan Rembige, Kota Mataram, berlangsung dramatis pada Rabu pagi (21/1). Kendaraan tersebut terperosok ke dasar sungai sedalam sekitar 10 meter setelah tebing sungai di belakang pertokoan longsor dan menyeret area parkir.
Evakuasi dilakukan menggunakan alat berat berupa crane karena posisi mobil berada di dasar sungai dan tidak memungkinkan diangkat secara manual. Petugas gabungan tampak bekerja ekstra hati-hati mengingat kondisi tebing masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Peristiwa itu bermula saat tanah di sekitar tebing sungai yang berada tepat di belakang deretan toko tiba-tiba ambles. Longsoran sepanjang hampir 15 meter membuat sebagian area parkir runtuh, sehingga mobil box yang terparkir di lokasi tersebut tak sempat diselamatkan dan langsung jatuh ke sungai.
Udin, penjaga keamanan komplek pertokoan yang berada di lokasi saat kejadian, mengaku sempat mendengar tanda-tanda sebelum longsor terjadi. Sekitar pukul 05.00 Wita, ia mendengar suara patahan dari tembok berbahan spandek, sebelum akhirnya terdengar suara gemuruh dari arah tebing sungai.
“Kejadiannya sekitar jam enam pagi. Sebelumnya saya dengar suara tembok patah, saat itu kondisi juga mati lampu,” ungkapnya.
Pemilik mobil box, Mola, mengatakan kendaraan tersebut sehari-hari digunakan untuk mengangkut barang dagangan berupa suku cadang kendaraan. Menurutnya, ada beberapa unit mobil box miliknya yang diparkir di lokasi tersebut.
“Yang jatuh posisinya paling barat, tepat di atas tebing yang longsor,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung tidak ada korban jiwa karena kendaraan dalam kondisi terparkir saat longsor terjadi.
Diduga kuat, longsor dipicu oleh tergerusnya dasar tebing sungai akibat derasnya aliran air saat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Mataram semalaman. Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda mencolok yang menunjukkan tebing sungai rawan longsor.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 09.30 Wita. Petugas memasang sling baja pada badan kendaraan sebelum crane perlahan mengangkat mobil dari dasar sungai. Selama proses evakuasi berlangsung, warga yang melintas di Jalan Dokter Wahidin bersama pemilik toko di sekitar lokasi tampak menyaksikan dari kejauhan. Kondisi tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di ruas jalan tersebut padat dan berjalan tersendat.
Setelah hampir dua jam proses pengangkatan, mobil box akhirnya berhasil dievakuasi ke permukaan sekitar pukul 11.30 Wita, disaksikan warga dan pemilik toko dari jarak aman.







