
MATARAM (KabarBerita) –General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) Sri Heny Purwanti menegaskan PLN berkomitmen mendukung transisi energi dan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Bumi Gora.
Komitmen ini dibuktikan dengan lonjakan signifikan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Yang sebelumnya ada 38 unit sekarang 51.
Sri sapaannya, mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir sejak 2024 hingga 2026 sekarang, pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di NTB meningkat sangat tajam hingga mencapai lebih dari 600 persen, atau naik sekitar 8 kali lipat dari yang semula yaitu dikisaran 4.000 unit kini sudah 32.000 unit kendaraan. Menanggapi peningkatan tersebut, PLN bergerak cepat meningkatkan infrastruktur pengisian daya.
“Kemarin jumlah SPKLU kita ada 38 unit, dan sekarang sudah naik menjadi 51 unit. Peningkatannya sangat luar, Jadi di Pulau Sumbawa sudah ada, di Pulau Lombok juga sudah ada,” ujar Sri saat memberikan keterangan kepada media digedung Sangakreang area kantor Gubernur, Jumat (12/6/2026).
Lebih lanjut Sri mengatakan, untuk memberikan kenyamanan bagi para pengguna kendaraan listrik, Sri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Di dalam aplikasi tersebut, telah tersedia fitur Trip Planner yang sangat memudahkan pengendara saat bepergian jauh.
“Pelanggan langsung bisa tahu lokasi SPKLU di mana saja, bahkan bisa melihat di sana sedang ada antrean berapa mobil. Sudah secanggih itu sistemnya,” katanya.
Selain PLN mobile, ia juga menyebut sistem robotik untuk antisipasi gangguan
Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai potensi adanya kendala teknis atau sistem yang blank saat pengisian, ia menegaskan bahwa PLN telah mengadopsi sistem monitoring berbasis robotik.
“Kami memiliki aplikasi robotik yang memonitor secara real-time dalam kurun waktu tertentu untuk menginformasikan jika ada SPKLU yang mengalami gangguan. Kami juga bekerja sama dengan anak perusahaan, dalam hal ini PLN daya, yang siap menerjunkan tim ke lokasi untuk langsung melakukan perbaikan jika terjadi kendala,” tegasnya.
Sri juga menginformasikan, satu unit SPKLU umumnya dilengkapi dengan 2 nozzle (soket pengisian) dengan empat kategori daya yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, yaitu, Standard Charging: 2 kW hingga 7 kW
Medium Charging: 7 kW hingga 22 kW
Fast Charging: Di atas 22 kW hingga 30 kW, Ultra Fast Charging: 30 kW hingga 60 kW
Dikatakannya juga Mengingat kebijakan Pemerintah Provinsi NTB yang sangat mendukung penggunaan kendaraan listrik, termasuk di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), PLN juga membuka kesempatan emas bagi masyarakat atau pelaku usaha swasta untuk ikut berinvestasi dalam penyediaan
SPKLU.
“Kami tidak hanya bergerak sendiri. Kami mengundang masyarakat maupun rekan-rekan yang ingin mendirikan SPKLU di sini. Jadi tidak harus dari PLN, masyarakat pun bisa mengembangkan usaha ini di NTB, dan kami dari PLN siap memberikan dukungan penuh,” pungkasnya. (Wira/red).







