
MATARAM (KabarBerita) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr Lalu Muhamad Iqbal berikan penjelasan terkait belum rampungnya progres jalan Lenangguar-Lunyuk yang seharusnya selesai Mei 2026 lalu.
Miq Iqbal sapaan Gubernur NTB itu mengakui hambatan teknis di lapangan menjadi penghambat program tersebut belum bisa diselesaikan hingga saat ini, dan membuat target penyelesaian sedikit bergeser dari rencana sebelumnya.
“Memang ada problem. Saya memang minta mereka menargetkan tanggal 30 Mei 2026, tetapi ada problem dengan produksi aspal di AMP (Asphalt Mixing Plant) yang ada di Sumbawa. Jadi karena ada masalah dalam produksi aspalnya, sehingga terkendala. Tapi insya Allah selesai lah, insya Allah,” ujar Miq Iqbal usai acara pencanangan sensus ekonomi 2026 di gelanggang Pemuda NTB, Jumat (19/6/2026) malam.
Lebih lanjut Miq Iqbal meminta masyarakat dan awak media untuk tidak menyalahartikan foto-foto kondisi jalan yang beredar. Ia menegaskan bahwa proyek jalan Lenangguar terbagi menjadi dua segmen dengan anggaran yang berbeda.
“Teman-teman jangan salah ya, itu ada dua segmen. Jadi segmen yang kita ngomongin ini, segmen yang peninggalan dari tahun lalu yang bermasalah dengan kontraktornya. Sedangkan segmen lainnya yang saya perintahkan kemarin pada saat saya kunjungan itu melalui BTT (Belanja Tidak Terduga), itu beda anggaran,” terangnya.
Miq Iqbal juga mengkonfirmasikan jika, laporan dan foto yang diterimanya baru-baru ini menunjukkan perkembangan dari proyek baru tersebut, sementara proyek lama kini tinggal menyisakan tahap akhir atau finishing.
“Jadi saya lihat kemarin dikirimin foto, ternyata foto yang dikirim foto dari proyek yang baru. Proyek yang lama itu tinggal marking (marka,red) jalan-jalannya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Miq Iqbal menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi NTB menerapkan standar yang lebih ketat dalam menentukan tuntasnya sebuah proyek infrastruktur jalan. Jalan tidak lagi dianggap selesai hanya karena aspalnya sudah mulus tapi harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung di bahu jalan seperti marka dan sebagainya.
“Saya minta sekarang semua jalan provinsi dikatakan selesai, kalau marking-nya sudah selesai, penanda jalannya sudah selesai, dan juga drainage-nya (drainase) selesai. Jadi enggak hanya sekadar jalannya selesai,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi NTB terus mengawal ketat penyelesaian jalan strategis ini agar konektivitas dan perekonomian masyarakat di wilayah Sumbawa, khususnya Lenangguar-Lunyuk, dapat berjalan dengan optimal dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. (Wira/red).





