
JAKARTA (KabarBerita) – Masalah krisis air bersih yang melanda wilayah selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa selama berpuluh-puluh tahun akhirnya menemukan titik terang.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk berkolaborasi melakukan eksplorasi besar-besaran, salah satunya dengan menjajaki teknologi nuklir.
Langkah strategis ini dibahas langsung dalam pertemuan audiensi antara Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dengan Kepala BRIN, Arif Satria.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Iqbal meminta BRIN untuk melakukan riset dan pemetaan sungai bawah tanah di wilayah NTB yang selama ini belum terjamah secara optimal.
Menariknya, ide pemanfaatan teknologi canggih ini lahir dari rekam jejak digital sang Gubernur saat berkiprah di kancah internasional. Iqbal menceritakan pengalamannya pada tahun 2011 silam saat dirinya bersentuhan langsung dengan isu teknologi nuklir untuk kemanusiaan.
“Pada tahun 2011 ketika saya menjadi wakil gubernur (perwakilan) pada Badan Tenaga Atom Internasional, saya menyampaikan kepada dunia internasional tentang keberhasilan BATAN (sebelum melebur ke BRIN) melakukan pemetaan aliran sungai bawah tanah dengan memanfaatkan teknologi nuklir, yang pada saat itu didukung oleh pemerintah Jerman,” ujar Gubernur Iqbal, Senin (22/6/2026).
Pengalaman sukses masa lalu itulah yang memantapkan langkahnya untuk mengetuk pintu BRIN. Iqbal optimistis, teknologi serupa bisa menjadi juru selamat bagi warga NTB yang puluhan tahun menjerit karena krisis air.
“Hal itu menginspirasi saya mengajak BRIN untuk membantu kami mencari solusi bagi masyarakat kami yang sudah sekian puluh tahun mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih, khususnya di wilayah pesisir selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” tambahnya.
Kepala BRIN, Arif Satria mengaku kagum dengan pendekatan berbasis sains yang ditawarkan oleh Pemprov NTB.
“Ini enaknya kalau punya Gubernur yang visioner,” puji Kepala BRIN menyambut hangat usulan tersebut.
Tidak butuh waktu lama bagi BRIN untuk ketok palu. Pertemuan ini dipastikan bukan sekadar seremoni belaka. BRIN merespons positif dan menjadwalkan langkah konkret pada Juli mendatang untuk melakukan follow-up dan mematangkan eksekusi dari usulan-usulan yang dibawa oleh Gubernur NTB.
Selain fokus menyelesaikan urusan air bersih, Gubernur Iqbal juga membawa misi ekonomi untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan NTB. Ia memaparkan bahwa NTB memiliki modal alam yang sangat besar di sektor industri perikanan.
Pemprov NTB berharap penuh agar BRIN memberikan dukungan riset untuk pengembangan budidaya ikan karang bernilai tinggi. Jika riset ini berhasil dikembangkan, komoditas ikan karang asal NTB diproyeksikan bisa merajai pasar ekspor dan menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan bagi daerah.
Sinergi antara sains dan kebijakan kepala daerah ini diharapkan menjadi game changer bagi masa depan NTB, mengubah wilayah kekeringan menjadi sumber air, sekaligus menyulap potensi laut menjadi industri bernilai tinggi. (Wira/red).






