
Mataram(KabarBerita)– Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kota Mataram setelah dua ruang kelas MTs Badrussalam NW Sekarbela ambruk. Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana langsung turun meninjau lokasi sekolah yang berada di Jalan Sultan Kaharuddin, Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Selasa (23/6).
Dalam kunjungan tersebut, Mohan didampingi Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman dan Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri. Selain melihat langsung kondisi bangunan yang roboh, rombongan juga menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp50 juta kepada pihak yayasan untuk membantu proses rehabilitasi ruang kelas yang rusak.
Mohan mengatakan bantuan tersebut merupakan langkah awal untuk meringankan beban sekolah agar proses perbaikan dapat segera dilakukan, terlebih saat ini tahapan penerimaan peserta didik baru sudah dimulai.
“Kami membantu untuk meringankan biaya rehabilitasi ruang kelas yang ambruk. Harapan kami perbaikan bisa dilakukan secepatnya sehingga ketika tahun ajaran baru dimulai tidak ada kendala dalam proses belajar mengajar. Ini yang sementara bisa kami lakukan untuk membantu pihak yayasan,” ujarnya.
Menurut Mohan, bantuan pemerintah tidak berhenti pada penyaluran dana tunai. Ia memastikan sejumlah perangkat daerah juga akan dilibatkan untuk membantu percepatan pemulihan fasilitas pendidikan tersebut.
Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan sesuai kewenangannya, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah diminta melakukan penilaian teknis terhadap kondisi bangunan yang ambruk. Hasil asesmen nantinya akan menjadi dasar dalam proses rehabilitasi, termasuk rekomendasi penggunaan material yang lebih ringan pada bagian atap bangunan.
Mohan berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama, khususnya bagi pengelola sekolah dan yayasan yang memiliki bangunan berusia tua.
“Kami minta pihak sekolah maupun yayasan rutin memantau kondisi fisik bangunannya. Banyak bangunan sekolah milik yayasan yang sudah cukup tua dan termakan usia. Bangunan ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 1980-an, sehingga wajar jika mengalami kerusakan serius apabila tidak mendapatkan perawatan yang memadai,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkot Mataram melalui Dinas PUPR siap membantu melakukan asesmen kelayakan bangunan sekolah, baik negeri maupun swasta, yang dinilai rawan mengalami kerusakan.
“Tinggal mengajukan permohonan. PUPR memiliki sumber daya manusia yang mampu melakukan penilaian kondisi bangunan sehingga risiko kejadian serupa bisa diminimalkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MTs Badrussalam NW Sekarbela mengungkapkan bahwa sebelum kejadian pihak sekolah sebenarnya sudah melihat tanda-tanda kerusakan pada bangunan. Kondisi rangka atap terlihat mulai melengkung sehingga menimbulkan kekhawatiran.
Karena alasan keselamatan, ruang kelas tersebut sempat dikosongkan. Namun saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), ruangan kembali digunakan karena menjadi satu-satunya lokasi yang memiliki akses internet memadai untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer.
“Beberapa bulan terakhir memang sudah terlihat ada perubahan pada struktur atap. Kami sempat khawatir dan mengosongkan ruangan itu. Namun saat pelaksanaan TKA terpaksa digunakan kembali karena fasilitas internet hanya tersedia di ruangan tersebut,” ungkapnya.
Akibat ambruknya dua ruang kelas itu, pihak sekolah memperkirakan kebutuhan anggaran perbaikan mencapai sekitar Rp500 juta. Yayasan berharap proses rehabilitasi dapat segera dimulai agar kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru nanti tetap berjalan normal tanpa mengganggu kenyamanan dan kese
lamatan siswa.





