
Mataram(KabarBerita) – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan ketimpangan akses pendidikan karena faktor ekonomi, Lurah Monjok Timur Kecamatan Selaparang Kota Mataram, bersama sekelompok pemuda di Wilayahnya berinisiatif menghadirkan solusi. Mereka mendirikan Ruang Pintar Al Ikhlas Karang Tatah, sebuah lembaga pendidikan nonformal yang menjadi oase baru bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Lurah Monjok Timur Sumanto menjelaskan mayoritas masyarakat diwilayahnya, khususnya di Lingkungan Karang Tatah bekerja sebagai buruh bangunan serta asisten rumah tangga. Kondisi ini membuat perhatian terhadap pendidikan anak kerap terpinggirkan. Orang tua lebih fokus mencari nafkah demi kebutuhan harian, sementara anak-anak dibiarkan tenggelam dalam gawai atau tanpa pendampingan belajar.
“Banyak orang tua yang tidak sempat memantau perkembangan anak, apalagi soal pendidikan. Dari sinilah muncul gagasan mendirikan ruang belajar alternatif,” ujar Sumanto.
Di tempat sederhana itu, ungkap Sumanto, anak-anak tidak hanya diajarkan pelajaran formal seperti matematika, bahasa, dan literasi, tetapi juga ilmu agama, mulai dari fiqih hingga mengaji. Dengan dukungan pemuda kreatif Karang Tatah yang sebagian besar merupakan guru dan mahasiswa,kelas belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Lebih dari sekadar tempat belajar, Ruang Pintar ini juga menjadi wadah pembentukan karakter. Anak-anak mulai belajar menjaga etika, berbicara dengan sopan, hingga memahami nilai adab dalam kehidupan sehari-hari.
Perubahan kecil namun nyata sudah terlihat. Anak-anak yang mengikuti program ini kini mulai bisa mengucapkan kosakata sederhana dalam bahasa Inggris, seperti nama warna, makanan, dan sayuran. Bahkan, mereka lebih disiplin dan tidak lagi terlalu bergantung pada gawai.
“Harapan kami, Ruang Pintar bisa terus berkembang sehingga anak-anak punya alternatif kegiatan positif setelah jam sekolah usai. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beradab dan siap menjadi generasi masa depan yang lebih baik,” Tegasnya.
Ruang Pintar Al Ikhlas Karang Tatah menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong bisa membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah, bahkan di tengah keterbatasan.






