
Mataram, (KabarBerita) – Universiatas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali mengukuhkan dua Guru Besar yang ke 64 dan 65. Keduanya yakni Prof. Dr. H. Akhmad Asyari dalam kepakaran strategi pembelajaran, dan Prof. Dr. Supardi dalam kepakaran media pembelajaran.
Pengukuhan dua Guru Besar UIN Mataram ini berlangsung dengan khidmat dan lancar di Gedung Auditorium UIN Mataram, Rabu (08/10).
Rektor UIN Mataram Prof. H. Masnun Tahir dalam sambutannya menitipkan untuk tetap menjaga integritas UIN Mataram dan silaturahim dengan semua elemen masyarakat. Hal tersebut merupakan amanah dan arahan langsung Menteri Agama Republik Indonesia dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI untuk seluruh jajaran Kementerian Agama, khususnya UIN Mataram.
“Saya mengucapkan selamat kepada kedua profesor dan keluarganya. Tetaplah menjaga integritas, silaturahim dan sering-seringlah turun menyapa masyarakat. Ini sesuai dengan pesan dan arahan dari Bapak Menteri Agama dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama,” kata Prof Masnun.
Prof Masnun juga menyampaikan ilustrasi atas pencapaian prestasi akademik Guru Besar memiliki tanggung jawab moral yang harus tetap dijaga. Tanggung jawab moral itu adalah menjadi influencer untuk mem-branding UIN Mataram, serta menjadi instrumen dalam membangun relasi publik kepada siapapun yang menjadi user (pengguna) dan stake holders lainnya.
“Pengukuhan Guru Besar hari ini adalah branding dan instrumen public relation untuk memperkenalkan produk terbaru UIN Mataram. Kemudian jaminan produk yang dihasilkan UIN Mataram ini akan diuji selanjutnya oleh user dan stake holder,” tegas Prof Masnun.
Wakil Rektor I UIN Mataram, Prof. H. Adi Fadli dalam kesempatan ini juga turut memberikan ucapan selamat kepada kedua Guru Besar UIN Mataram yang ke-64 dan 65 tersebut atas pencapaian prestasi akademik tertingginya selama berkiprah sebagai seorang dosen.
“Kami ucapkan selamat kepada Bapak Prof. H. Akhmad Asyari dan Prof. Supardi atas diraihnya gelar akademik tertingginya. Tentu ini sebagai buah dari hasil kerja keras dan sumbangan kecerdasannya kepada Mahasiswa maupun masyarakat selama berkiprah sebagai dosen di UIN Matatam. Sekali lagi selamat dan berkah atas gelar Guru Besarnya,” kata Katib Syuriyah PWNU NTB tersebut.
Pengukuhan Guru Besar UIN Mataram ke-64 dan 65 diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dan generasi muda lainnya untuk dapat berkontribusi dalam wujud pemikiran serta terintegrasi dengan perilaku hidup beragama, berbangsa dan bernegara. (*)








