
Mataram, (KabarBerita)— Kebijakan efisiensi anggaran mulai berdampak nyata terhadap pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram. Salah satu dampak paling terasa adalah terhentinya sementara operasional mobil layanan keliling yang selama ini menjadi andalan pelayanan jemput bola bagi masyarakat.
Sekretaris Dukcapil Kota Mataram, Lalu Ahmad Gunadi, mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran secara langsung mengurangi daya dukung terhadap operasional layanan mobile. Kondisi tersebut semakin berat setelah terjadinya lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis dexlite yang digunakan kendaraan layanan keliling.
Menurutnya, kenaikan harga dexlite sejak awal April lalu sangat signifikan, bahkan mencapai hampir 85 persen dari harga sebelumnya. Sementara mobil layanan keliling Dukcapil menggunakan jenis BBM tersebut.
Dampaknya, Dukcapil Kota Mataram terpaksa menghentikan sementara layanan keliling menggunakan mobil. Sebagai langkah alternatif, pelayanan lapangan kini dimaksimalkan menggunakan sepeda motor.
” Untuk sementara kita stop dulu pengoperasian mobil pelayanan, sekarang kita maksimalkan pelayanan keliling menggunakan sepeda motor,” Ujar Gunadi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (29/4).
Namun, penggunaan sepeda motor membuat cakupan layanan menjadi terbatas. Dimana, pelayanan mobile saat ini lebih difokuskan pada perekaman data kependudukan, sementara proses pencetakan dokumen seperti KTP elektronik, kartu keluarga, maupun akta kelahiran tetap dilakukan di kantor.
Padahal sebelumnya, mobil layanan keliling dilengkapi perangkat lengkap, termasuk dua mesin cetak yang memungkinkan dokumen kependudukan dicetak langsung di lokasi pelayanan. Kini, peralatan harus diringkas karena beban terlalu berat untuk dibawa menggunakan sepeda motor.
“Dulu peralatannya paket lengkap, tapi karena terlalu berat bebannya dibawa pakai sepeda motor, kita lebih peringkas lagi peralatan yang dibawa kelapangan,” katanya.
Terhentinya layanan mobil keliling ini menjadi perhatian serius karena selama ini layanan tersebut menjadi solusi penting bagi kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses. Di antaranya penyandang disabilitas, warga rentan administrasi kependudukan, lanjut usia, hingga pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit namun membutuhkan dokumen kependudukan secara mendesak.
Efisiensi anggaran juga berdampak pada tidak tersedianya lagi biaya perjalanan dinas dalam daerah (SPPD) bagi petugas yang turun ke lapangan. Pada tahun sebelumnya, fasilitas tersebut masih tersedia untuk mendukung kegiatan pelayanan jemput bola.
Meski tanpa dukungan anggaran tambahan, para petugas tetap berupaya menjalankan pelayanan lapangan semaksimal mungkin. Dukcapil pun harus menghapus honor petugas layanan keliling dan memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan operasional utama di kantor, seperti pengadaan ribbon printer serta blangko Kartu Identitas Anak (KIA).
Di tengah keterbatasan tersebut, Dukcapil Kota Mataram berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Dukungan anggaran untuk mengaktifkan kembali layanan mobil keliling akan diusulkan dalam pembahasan APBD Perubahan mendatang.
“Kami terus memotivasi teman-teman agar tetap maksimal memberikan pelayanan. Mudah-mudahan pada APBD Perubahan nanti ada alokasi anggaran tambahan,” tutupnya.






