BGN Warning Mitra MBG: Kejar Untung Berlebihan, SPPG Bisa Ditutup

Mataram(KabarBerita)— Badan Gizi Nasional (BGN) melontarkan peringatan keras kepada seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mitra yang terbukti mengejar keuntungan berlebihan hingga menurunkan kualitas makanan bagi penerima manfaat terancam sanksi tegas, bahkan penutupan operasional.

‎Peringatan tersebut disampaikan Widiawati, fungsional perencana Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, usai rapat koordinasi bersama Satgas MBG Kota Mataram di aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Mataram, Rabu (29/4).

‎Menurut Widiawati, program MBG memang membawa dampak ekonomi bagi banyak pihak yang terlibat sebagai mitra. Namun, keuntungan yang diperoleh harus tetap berada dalam batas kewajaran dan tidak mengorbankan kualitas menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

‎“Memang ada multipel efek dari program ini, tentu mitra memperoleh keuntungan. Tapi harus tetap dalam koridor rasional dan wajar. Jangan sampai karena mengejar keuntungan berlebihan justru berdampak pada menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat,” tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan agar mitra tidak mencoba menekan pihak pengawas, baik dari sisi gizi maupun keuangan, demi meraup keuntungan pribadi. Dalam setiap SPPG, peran dan kewenangan telah diatur dengan jelas, termasuk standar gizi yang menjadi tanggung jawab ahli gizi serta pengelolaan keuangan yang memiliki mekanisme tersendiri.

‎“Yang mengatur standar gizi ada ahli gizi, yang mengatur keuangan juga sudah jelas. Jangan sampai ada pihak yang terlalu jauh mencampuri, apalagi menekan kepala SPPG hanya demi meraup keuntungan besar,” ujarnya.

‎Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait praktik pengambilan keuntungan berlebihan, Widiawati mendorong peran aktif masyarakat dan media untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.

‎“Siapa yang mau mengungkapkan itu? Mungkin teman-teman media di lapangan. Silakan laporkan melalui kanal laporan resmi jika ada praktik seperti itu,” katanya.

‎Ia menegaskan, Program MBG merupakan program strategis nasional dengan tujuan mulia, yakni mencetak generasi bangsa yang sehat dan berkualitas melalui pemenuhan gizi yang memadai. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dituntut menjaga komitmen dan tanggung jawab agar program berjalan sesuai harapan.

‎BGN, lanjutnya, tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas kepada mitra yang terbukti mengambil keuntungan tidak wajar hingga menurunkan kualitas makanan. Sanksi tersebut dapat berupa penghentian operasional SPPG.

‎Sementara itu, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, memastikan pemerintah daerah bersama BGN dan Satgas MBG telah menyiapkan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi potensi pelanggaran dalam pelaksanaan program tersebut.

‎Menurutnya, skenario pencegahan telah disusun agar setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera ditangani secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

‎“Peran serta semua pihak sangat dibutuhkan. Jika menemukan indikasi pelanggaran, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui kanal resmi yang telah disediakan,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, sejumlah lembaga telah menyediakan kanal pengaduan, di antaranya Kejaksaan melalui aplikasi Lapor Jaga Dapur MBG, serta sistem laporan terpadu yang dimiliki Kepolisian dan TNI di berbagai tingkatan.

‎Dari hasil rapat koordinasi tersebut, juga disepakati agenda pertemuan rutin sebagai sarana evaluasi pelaksanaan Program MBG, khususnya di Kota Mataram, agar tetap berjalan sesuai koridor dan tujuan awal dalam mencetak generasi bangsa yang sehat dan berkualitas.

  • Related Posts

    Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Desak Audit Bangunan Sekolah Pascainsiden Atap SMAN 7 Roboh

    ‎Mataram(KabarBerita)— Robohnya atap bangunan di SMAN 7 Mataram memicu perhatian serius dari Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Abd. Rahman. Politisi yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram…

    Pemkot Mataram Perketat Ekspansi Ritel Modern, Disdag Tolak Pengajuan Baru

    ‎Mataram(KabarBerita)- Pemerintah Kota Mataram mulai memperketat ekspansi ritel modern di wilayah Kota Mataram. Sejumlah pengajuan rekomendasi untuk pembukaan gerai baru bahkan ditolak sebagai bentuk pembatasan terhadap menjamurnya toko modern di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    394 Orang Tidak Tercover P3K PW Dapat Taliasih dari Pemprov NTB

    Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

    Kakanwil Kemenag NTB Dr. Zamroni Tegaskan Toleransi Beragama sebagai Pondasi Membangun Negara    

    Sekjed DPP PPP Taj Yasin Cabut SK Kepengurusan Muzihir di DPW PPP NTB

    Sekjed DPP PPP Taj Yasin Cabut SK Kepengurusan Muzihir di DPW PPP NTB

    Raih Juara 1 LKS Tingkat Provinsi, Vino Siswa SMKN 1 Praya Tengah Akan Wakili NTB Ketingkat Nasional

    Raih Juara 1 LKS Tingkat Provinsi, Vino Siswa SMKN 1 Praya Tengah Akan Wakili NTB Ketingkat Nasional

    Menengok Nyongkolan Sultan dan Rosa, Menjaga Tradisi di Tengah Kota

    Menengok Nyongkolan Sultan dan Rosa, Menjaga Tradisi di Tengah Kota