
Mataram, (KabarBerita) – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Pendidikan Vokasi sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dan nilai-nilai keislaman.
Dalam forum Pendidikan Tinggi Vokasi di Masa Depan yang digelar Rabu, 8 Oktober 2025, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen RI, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D., menekankan pentingnya reposisi perguruan tinggi agar mampu menjawab tantangan era digital dan industri berbasis keterampilan.
Langkah strategis UIN Mataram dalam pengembangan pendidikan vokasi dirancang secara komprehensif melalui empat dimensi transformasi kelembagaan. Pertama, dilakukan reviu terhadap strategi, visi, dan misi organisasi agar selaras dengan tantangan dan kebutuhan dunia kerja masa kini. Kedua, penguatan keunggulan institusi difokuskan pada potensi lokal dan kapasitas akademik yang menjadi ciri khas UIN sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Ketiga, modernisasi teknologi pembelajaran diterapkan untuk mendukung metode belajar yang interaktif, digital, dan berbasis proyek. Keempat, adopsi model operasi terbaik dilakukan dengan mengacu pada praktik unggulan nasional dan internasional, sehingga UIN Mataram mampu menjadi institusi vokasi yang adaptif, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Dalam pengembangan layanan vokasi, kampus ini akan mengintegrasikan tahapan initial development, upskilling, refinement, dan reskilling. Tahap initial development berfokus pada pembentukan dasar pengetahuan dan keterampilan awal; upskilling bertujuan meningkatkan kompetensi agar sesuai dengan tuntutan industri; refinement menyempurnakan keterampilan melalui praktik dan sertifikasi; sementara reskilling memberikan keterampilan baru bagi individu yang ingin beralih bidang atau menyesuaikan diri dengan perubahan dunia kerja. Keempat tahapan ini mendukung pembelajaran sepanjang hayat dan menjadi fondasi kurikulum vokasi yang adaptif dan relevan.
Penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama, dengan melibatkan dosen vokasi berkarakter wirausaha dan praktisi industri sebagai pendidik non-dosen. Mahasiswa akan dibekali budaya kerja, kemampuan kerja, serta keterampilan digital dan sosial yang relevan dengan kebutuhan industri. Kompetensi pokok lulusan mencakup pengetahuan fundamental, keterampilan dasar, kompetensi digital, dan human skills.
Sebagai Rektor UIN Mataram, saya menyambut dengan penuh semangat dan optimisme rencana pembukaan Prodi Pendidikan Vokasi ini. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjawab tantangan zaman, sekaligus mendukung kebijakan nasional dalam memperkuat pendidikan tinggi vokasi yang relevan, inklusif, dan berdaya saing. Kehadiran Dirjen Pendidikan Vokasi dalam forum ini menjadi momentum penting bagi UIN Mataram untuk bertransformasi secara menyeluruh, demikian disampaikan Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag.
Dengan dukungan kelembagaan yang progresif dan terintegrasi dalam jejaring nasional maupun internasional, UIN Mataram berkomitmen mencetak generasi profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, daya tahan tinggi (resilien), serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Program Studi Pendidikan Vokasi yang dirancang ini diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika industri, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berkelanjutan sesuai regulasi nasional serta arah kebijakan Kementerian Agama. (*)







