
Reses di Pagutan Regency, Baiq Mirdiati Disambut Cerita Bahagia Warga Soal Jalan Mulus
Mataram(KabarBerita) – Suasana hangat menyelimuti kompleks Perumahan Pagutan Regency, Kecamatan Mataram, saat Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Baiq Mirdiati melaksanakan kegiatan reses, Selasa (14/10).
Tak hanya untuk menyerap aspirasi, kunjungan Baiq Mirdiati juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus meninjau hasil perbaikan jalan dan pembangunan drainase yang sebelumnya diperjuangkannya melalui pokok pikiran dewan.
Kehadiran Baiq Mirdiati disambut penuh antusias oleh warga. Rasa syukur dan bahagia terpancar dari wajah mereka.
“Alhamdulillah, Bu Mirdiati. Aspirasi yang dulu kami sampaikan sudah terealisasi. Jalan yang dulu becek dan berlumpur, sekarang sudah mulus. Terima kasih banyak, Bu,” ucap Didik Wahyudi, Ketua RT Pagutan Regency, dengan nada penuh haru.
Mendengar ucapan itu, Baiq Mirdiati tersenyum. Ia menegaskan bahwa keberhasilan memperbaiki infrastruktur lingkungan bukan hanya hasil perjuangan dewan, tetapi juga buah dari kerja sama antara warga dan pemerintah kota.
“Yang penting sekarang, mari kita jaga bersama. Jalan dan drainase ini adalah hasil gotong royong kita semua,” pesannya dengan lembut.
Dalam suasana dialog yang akrab, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi lainnya. Mulai dari penanganan masalah kebersihan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, perbaikan infrastruktur lingkungan, hingga keluhan tentang kemacetan lalu lintas.
Usai berdialog dengan warga Pagutan Regency, Baiq Mirdiati melanjutkan agenda resesnya ke Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqin. Di lokasi tersebut, ia meninjau realisasi pembangunan ruang belajar santri yang bersumber dari program Pokok Pikirannya.
Baiq Mirdiati berpesan agar pihak pesantren tetap memperhatikan kekuatan konstruksi setiap bangunan.
“Jangan asal bangun. Pastikan kualitas dan keamanan bangunan terjamin. Kita tidak ingin kejadian ambruknya bangunan pesantren terjadi di Mataram,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Baiq Mirdiati berharap masyarakat semakin aktif menyuarakan kebutuhan lingkungannya.
“Reses bagi saya bukan sekadar agenda formal, tapi kesempatan untuk mendengar langsung suara warga dan memastikan apa yang mereka butuhkan benar-benar terealisasi,” tutupnya dengan senyum hangat.






