
LOMBOK TENGAH (KabarBerita) – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) melakukan pengecekan kesesuaian materi presentasi lapangan, guna validasi lapangan dalam rangka pemberian penghargaan Innovatie Government Award (IGA) 2025 kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB.
Hal tersebut, sesuai dengan SK Kementerian Dalam Negeri Nomor : 400.10.11/4701/BSKDN, tanggal 11 November 2025. Selasa (18/11/2025). Validasi yang dilakukan BSKDN ini merujuk dari inovasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang dilakukan BRIDA NTB, yang ikut tampil dalam ajang IGA 2025, adapun kunjungan yang dilakukan pertama ke Rumah Sakit Mandalika (ROSSI Mandalika) Lombok Tengah (Loteng).
BRIDA NTB menampilkan salah satu program unggulannya yaitu, Rekonstitusi Obat Oral dan Injeksi Berbasis Sistem Terintegrasi pada Rumah Sakit Mandalika (ROSSI Mandalika) Lombok Tengah, dimana program ini menjadi salah satu terobosan digital pertama yang ada di NTB, bahkan di Indonesia.
ROSSI Mandalika tidak hanya memeperbaiki cara meracik obat, tapi mengubah cara Rumah Sakit bekerja seperti, lebih aman, lebih efisien, lebih transfaran, dan lebih modern. Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Mandalika dr. Oxy Tjahyo Wajuni dalam pemaparannya kepada tim Penilai dari Kemendagri.
ROSSI juga memiliki beberapa fitur unggulan diantaranya, order digital dari ruangan (otomatis masuk antrean racikan), validasi apoteker (untuk kemanan dan ketepatan dosis), peracikan aseptik terstandar oleh tenaga farmasi, label otomatis untuk identifikasi obat yang presisi, audit trail lengkap untuk BPJS dan akreditasi (pengembangan), dashboard manajemen (error, biaya, tren obat, sisa vial)
Selain itu ROSSI juga memberikan dampak Inovasi yang signifikan pada Rumah Sakit seperti, 99 akurasi dosis, penghematan anggaran mencapai 15-20 persen, turnaround time lebih cepat, medication error turun drastis, perawat kembali fokus pada pelayanan pasien serta dokumentasi lengkap dan siap audit.
Sementara itu Yogi suwarno Direktur Penguatan Kapasitas jabatan fungsional Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN selaku tim penilai memberi kesan yang sangat bagus, dan sangat mengapresiasi program ROSSI yang dijalankan RS Mandalika.
“Sangat lekat dengan mandalika,
ini Sebuah terobosan yang luar biasa, dan bisa digunakan untuk penghematan di Rumah Sakit. Tapi Data harus menjadi penguat argumen, untuk efisiensi, Saya merasa cukup impresip dan sangat apresiasi program ini,”ujarnya.
Sementara itu Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H mengatakan
Inovasi terapan yang ingin ditekankan BRIDA, dengan melihat potensi daerah guna kesejahteraan masyarakat daerah. (Wir/red).






