
Mataram(KabarBerita) – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, menggelar pelatihan pembuatan website bagi generasi milenial dan Gen Z di Kecamatan Ampenan, Kamis (20/11/2025). Pelatihan yang berlangsung di aula Kantor Camat Ampenan itu disambut antusias puluhan peserta dari berbagai lingkungan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut aspirasi warga saat reses. Banyak anak muda Ampenan menginginkan pelatihan teknologi dan marketing digital agar dapat membangun usaha mandiri tanpa harus terikat jam kantor. “Dengan bermodalkan ponsel dan kemampuan digital, mereka bisa menghasilkan cuan dari rumah,” kata Nyayu.
Dari 18 peserta yang terpilih, dua di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Nyayu menegaskan bahwa keberadaan mereka menjadi alasan kuat mengapa pelatihan ini harus digelar secara serius dan berkelanjutan. “Selama ini, anak-anak disabilitas kesulitan mencari kerja. Dengan pelatihan ini, mereka bisa tetap berdikari tanpa terhalang keterbatasan yang dimiliki,” ujarnya.
Pelatihan yang bersumber dari dana pokok pikiran (pokir) ini didampingi instruktur dari PT Begawe Inti Media dan Dinas Kominfo Kota Mataram. Selama 14 hari, peserta mengikuti pembelajaran intensif dari pagi hingga sore, dilengkapi praktik, lisensi, dan pendampingan lanjutan. Nyayu bahkan turun langsung mengabsen peserta setiap pagi untuk memastikan kedisiplinan. “Anggarannya besar dan pesertanya terbatas, jadi hasilnya harus nyata,” tegasnya.
Ia mencontohkan keberhasilan pelatihan salon yang pernah digagasnya. Dengan pendampingan dua bulan dan bantuan alat, kini para ibu-ibu peserta pelatihan itu mampu membuka usaha sendiri. Pola jangka panjang yang sama kini diterapkan pada pelatihan website. “Saya tidak mau pelatihan sehari dua hari. Rakyat harus merasakan manfaat nyata,” tambahnya.
Pelatihan ini sekaligus menjadi respon atas meningkatnya angka kemiskinan di wilayah perkotaan. Data BPS NTB mencatat persentase penduduk miskin perkotaan naik dari 11,64 persen (September 2024) menjadi 12,02 persen (Maret 2025), atau bertambah 14,94 ribu orang. Sementara tingkat pengangguran terbuka di Mataram hanya turun tipis, dengan lulusan sekolah kejuruan mendominasi.
Camat Ampenan, Muzakir Walad, mendukung penuh inisiatif tersebut. Menurutnya, pelatihan berbasis digital ini menjadi langkah nyata menekan angka pengangguran dan kemiskinan. “Ini ide luar biasa dan pertama di Kota Mataram. Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi juga lisensi dan alat pendukung. Mereka benar-benar dibekali untuk memulai usaha produktif,” tuturnya.
Ia menambahkan, peluang kerja digital kini semakin terbuka seiring bursa kerja yang rutin digelar Pemkot Mataram dan Pemprov NTB. “Dengan skill seperti ini, anak muda Ampenan punya kesempatan lebih besar untuk bersaing,” pungkasnya.








