
Mataram(KabarBerita)– Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram mulai mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan. Pemeriksaan perdana dilakukan di wilayah Kecamatan Selaparang untuk memastikan hewan yang dijual masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.
Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan beberapa hewan mengalami gangguan pada bagian mata. Meski demikian, secara umum kondisi hewan kurban yang diperiksa dinyatakan sehat dan tidak ditemukan indikasi penyakit berbahaya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Johari, mengatakan Pemkot Mataram telah membentuk tim pemeriksa yang disebar di enam kecamatan. Total terdapat 36 personel yang bertugas melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban hingga menjelang Iduladha.
“Sudah ada timnya. Kita ada enam tim dan anggotanya 36 orang,” ujar Johari.
Ia menjelaskan, tim pemeriksa tidak hanya melibatkan jajaran Pemkot Mataram, tetapi juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB dan kalangan perguruan tinggi. Salah satu institusi yang ikut terlibat yakni Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma).
“Kita juga dibantu dari Undikma,” katanya.
Menurut Johari, pemeriksaan difokuskan untuk mengantisipasi munculnya penyakit menular pada hewan ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, hingga penyakit menular lainnya. Namun hingga saat ini, pihaknya memastikan belum ada hewan kurban yang ditemukan terindikasi penyakit tersebut.
“Apalagi antrax itu bebas,” ujarnya.
Selain memeriksa kondisi fisik hewan, petugas juga memastikan hewan kurban telah memenuhi syarat, mulai dari usia yang cukup, kondisi mata yang tidak berair, hingga kaki yang tidak pincang. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan benar-benar sehat sebelum dijual kepada masyarakat.
Distan Kota Mataram juga mencatat jumlah lapak penjualan hewan kurban yang sudah terdata saat ini mencapai sekitar 65 hingga 70 lapak. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah seiring munculnya lapak-lapak baru yang mulai dibangun pedagang.
Johari menambahkan, hewan yang telah dinyatakan sehat nantinya akan diberikan stiker atau tanda khusus sebagai bukti telah lolos pemeriksaan kesehatan dari petugas.
“Hewan yang sehat akan diberikan stiker atau tanda khusus sebagai bukti telah melewati pemeriksaan,” katanya.
Tak hanya pemeriksaan luar, petugas juga akan melakukan pemeriksaan organ dalam hewan saat proses pemotongan kurban berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi penyakit, termasuk cacing hati.
“Selain itu, kami juga lakukan pemeriksaan organ dalam hewan, seperti hati. Ini kami lakukan untuk memastikan tidak ada kontaminasi cacing hati,” sambung Johari.







