Bangku Trotoar Jalan Pejanggik Picu Keresahan, DPRD Mataram Soroti Salah Arah Perencanaan

Mataram(KabarBerita) — Penataan trotoar di ruas Jalan Pejanggik, Kota Mataram, mendadak menjadi perbincangan hangat di ruang digital. Sejumlah bangku yang terpasang di sepanjang trotoar jalan protokol tersebut viral di media sosial dan menuai keluhan warganet karena dinilai memicu keresahan, terutama saat malam hari.

‎Sorotan publik bermula dari unggahan akun TikTok @epochhh23 yang menampilkan kondisi trotoar Jalan Pejanggik dalam lima slide foto. Unggahan tersebut dengan cepat menyedot perhatian, mengantongi lebih dari 1.200 tanda suka, ratusan komentar, serta dibagikan hampir 400 kali. Mayoritas warganet menilai keberadaan bangku justru mendorong aktivitas nongkrong di bahu jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan gangguan ketertiban.

‎Isu tersebut turut mendapat respons dari DPRD Kota Mataram. Anggota DPRD sekaligus Ketua Fraksi PKS, Ismul Hidayat, mempertanyakan fungsi dan urgensi penempatan bangku di kawasan yang selama ini dikenal sebagai jalur utama lalu lintas kota.

‎“Jalan Pejanggik itu jalan protokol. Kalau digunakan untuk nongkrong, pasti ada parkir di bahu jalan dan itu mengganggu arus lalu lintas,” ujar Ismul saat dikonfirmasi Rinjaninewsonline.

‎Ia mengaku heran dengan kebijakan penataan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya lebih jeli melihat kebutuhan riil masyarakat dalam penyediaan fasilitas publik. Ismul menilai masih banyak ruang publik yang justru minim sarana pendukung namun luput dari perhatian.

‎“Saya melihat banyak ruang publik yang sudah dibangun tapi belum dimaksimalkan. Di Taman Sangkareang misalnya, masih minim kursi untuk orang tua yang menunggu anaknya bermain. Ini kan kebutuhan nyata,” katanya.

‎Lebih jauh, Ismul juga menyoroti dampak sosial dari keberadaan bangku di trotoar Jalan Pejanggik. Berdasarkan pengamatannya, fasilitas tersebut kerap dimanfaatkan oleh kelompok anak muda hingga larut malam untuk aktivitas yang dinilai mengarah pada hal-hal negatif dan berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman bagi warga sekitar.

‎Kondisi itu, menurutnya, menjadi indikator lemahnya perencanaan program oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Ia menilai penyediaan fasilitas kota semestinya melalui kajian matang agar tepat fungsi dan tidak menimbulkan persoalan baru di ruang publik.

‎“Ini menunjukkan OPD terkait kurang cermat dalam merencanakan program,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

‎Ismul pun mendorong pemerintah Kota Mataram segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penataan fasilitas publik, khususnya di kawasan strategis kota. Sejalan dengan itu, desakan dari warganet di media sosial terus mengalir, berharap pemerintah segera mengambil langkah penataan ulang demi menjaga kenyamanan, keamanan, dan ketertiban bersama.

  • Related Posts

    Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan

    Mataram(KabarBerita)– Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Hj Istiningsih mendorong Pemerintah Kota Mataram segera mengimplementasikan pendidikan antikorupsi secara nyata di sekolah-sekolah. Menurutnya, penanaman nilai integritas tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi, tetapi…

    Mataram Jadi Titik Awal Gerakan Antikorupsi Indonesia Timur, KPK Ajak Masyarakat Bangun Budaya Integritas

    Mataram(KabarBerita)– Kota Mataram menjadi titik awal perjalanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menyebarkan semangat antikorupsi ke berbagai daerah di Indonesia Timur. Melalui program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026, KPK…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    PKB Peduli, LMB Sambangi Santri Sahid Al Khudri

    PKB Peduli, LMB Sambangi Santri Sahid Al Khudri

    Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, PLN Siapkan 51 SPKLU

    Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik di NTB, PLN Siapkan 51 SPKLU

    Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

    Anggota DPD RI Evi Apita Maya Gandeng Guru dan Ormas Gencarkan Sosialisasi Empat Pilar

    Galakan JNBA, KPK Tegaskan Kolaborasi Semua Unsur Cegah Korupsi

    Galakan JNBA, KPK Tegaskan Kolaborasi Semua Unsur Cegah Korupsi

    Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

    Kolaborasi Perkuat Layanan Kesehatan Ibu melalui Inovasi Digital dan Kecerdasan Buatan

    Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan

    Hj. Istiningsih Dorong Pendidikan Antikorupsi Masuk Ruang Kelas, Praktik Mark Up Nilai Harus Dihentikan