
Mataram( KabarBerita)— Usia senja tak menjadi penghalang untuk terus tumbuh. Itulah pesan kuat yang terpancar dari Wisuda Sekolah Lansia “Memori” Standar 2, sebuah perayaan sederhana namun sarat makna tentang semangat belajar, kebahagiaan, dan harapan hidup yang terus menyala.
Bertempat di Aula Kantor Camat Ampenan, Selasa (30/12/2025), para lansia tampil penuh percaya diri sebagai wisudawan dan wisudawati. Wajah-wajah yang menyimpan cerita panjang kehidupan kini dihiasi senyum bangga, menandai keberhasilan mereka menyelesaikan proses pembelajaran berkelanjutan demi kualitas hidup yang lebih baik.
Acara ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, L. Makripuddin, Asisten I Setda Kota Mataram H. Lalu Martawang yang mewakili Wali Kota Mataram, jajaran OPD terkait, Ketua TP PKK Kecamatan Ampenan, para lurah se-Kecamatan Ampenan, serta keluarga dan pendamping peserta didik lansia.
Dalam sambutannya, L. Makripuddin mengingatkan bahwa tidak semua lansia memiliki jaminan sosial dan hari tua yang memadai. Kondisi fisik yang kian menurun juga membuat lansia rentan terhadap berbagai penyakit. Karena itu, kehadiran Sekolah Lansia menjadi ruang penting untuk menjaga kesehatan, kesejahteraan, sekaligus semangat hidup mereka.
“Lansia harus tetap sehat, bersemangat, dan produktif. Salah satu kuncinya adalah kebahagiaan,” ujarnya. Menurutnya, Sekolah Lansia bukan sekadar tempat belajar, tetapi wadah bersosialisasi, memperkuat spiritualitas, dan membangun rasa bahagia. Ia pun mengapresiasi Sekolah Lansia “Memori” Kelurahan Kebon Sari yang telah mencapai Standar 2.
Sementara itu, Wali Kota Mataram melalui Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, menegaskan bahwa wisuda ini bukan garis akhir dari proses belajar. Justru sebaliknya, wisuda menjadi pintu pembuka untuk terus belajar sepanjang hayat.
“Belajar tidak mengenal usia. Wisuda ini adalah awal untuk mengamalkan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan dalam keseharian,” ucapnya. Ia juga menyebut para wisudawan sebagai sosok luar biasa yang layak mendapatkan penghormatan atas kegigihan dan ketekunan mereka.
Suasana haru semakin terasa saat perwakilan wisudawan menyampaikan pesan dan kesan. Ia berharap program Sekolah Lansia dapat diperluas ke seluruh kelurahan di Kecamatan Ampenan. Manfaat yang dirasakan, katanya, bukan hanya pada aspek pengetahuan, tetapi juga kesehatan, keagamaan, dan kebersamaan yang mempererat rasa kekeluargaan.
Selama mengikuti pembelajaran, para lansia memulai hari dengan kegiatan spiritual seperti pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan senam kesehatan sebelum materi dimulai. Tawa, canda, dan keakraban menjadi bagian tak terpisahkan, membuat ruang belajar terasa hangat dan penuh energi positif.
Wisuda Sekolah Lansia “Memori” akhirnya bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol bahwa usia bukan batas untuk bermimpi, belajar, dan berbahagia. Sebuah pengingat bahwa menjadi tua bukan berarti berhenti bermakna, melainkan tetap berdaya, sehat, dan bermartabat.






