Beringin Tumbang di Ampenan, Dua Rumah Warga Rusak

Mataram(KabarBerita) — Hujan lebat yang disertai angin kencang sejak Selasa (20/1) dini hari kembali menunjukkan dampaknya. Sebuah pohon raksasa jenis beringin karet di kawasan Taman Bawak Kokok (Tabako), Lingkungan Sukaraja, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, tumbang dan menimpa rumah warga.

‎Pohon yang berada di tepi Sungai Jangkuk itu roboh sekitar pukul 03.00 Wita. Dua unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Selain itu, lima lapak pedagang serta satu unit gazebo di kawasan taman juga ikut terdampak.

‎Salah satu warga terdampak, Hj Rani, mengaku tidak menyadari kejadian tersebut saat pohon tumbang. Ia baru mengetahui setelah hendak berangkat ke masjid.

‎“Ndak terasa, nggak ada suaranya. Pas jalan mau ke masjid saya lihat jalan gelap, saya kira listrik mati. Ternyata pohon karet roboh menimpa rumah saya di lantai dua. Atapnya rusak separuh,” tuturnya pasrah.

‎Meski rumahnya mengalami kerusakan cukup parah, Hj Rani mengaku hanya bisa berharap adanya bantuan. “Saya berharap ada bantuan untuk perbaikan. Tapi kalau nggak ada ya sabar, mau bagaimana lagi,” ujarnya.

‎Mendapat laporan kejadian tersebut, tim gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Mataram, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Perkim langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

‎Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzaki, menjelaskan bahwa proses evakuasi dan pemotongan pohon dilakukan dengan sangat hati-hati.

‎“Ukuran pohon cukup besar dan ada bagian yang menimpa rumah warga, sehingga pemotongan harus dilakukan perlahan agar tidak menambah kerusakan,” jelas Muzaki di lokasi kejadian.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa pohon beringin karet tersebut memang sudah lama menjadi perhatian. Akar serabutnya yang berada di bantaran sungai membuat pohon rawan tumbang, terlebih dengan kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan yang terjadi terus-menerus dalam beberapa bulan terakhir.

‎“Teman-teman kelurahan sebenarnya sudah pernah mengusulkan perampingan. Tapi dengan hujan deras dan angin kencang, ditambah kondisi tanah yang sudah jenuh, potensi roboh memang semakin besar. Bukan hanya pohon besar, pohon kecil pun bisa tumbang,” ungkapnya.

‎Terkait rumah warga dan lapak pedagang yang rusak, Muzaki memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk menentukan langkah penanganan lanjutan. “Yang pasti, warga tetap akan kita bantu,” tegasnya.

‎Lebih jauh, Muzaki menyebutkan bahwa peristiwa di Tabako bukan satu-satunya kejadian. Tercatat, sedikitnya tujuh pohon tumbang di berbagai titik Kota Mataram akibat cuaca ekstrem sejak Selasa dini hari.

‎BPBD Kota Mataram pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga potensi bencana serupa masih bisa terjadi.

  • Related Posts

    Data Tower Telekomunikasi Mataram Amburadul, Pansus DPRD Soroti Lemahnya Kinerja Perizinan

    Mataram(KabarBerita) – Carut-marut pendataan menara telekomunikasi di Kota Mataram akhirnya terbuka di meja rapat. Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Menara Telekomunikasi DPRD Kota Mataram menggelar rapat kerja dengan sejumlah OPD…

    IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

    Mataram(KabarBerita) – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terasa hidup dalam suasana yang berbeda di sebuah sudut kafe di Mataram. Bukan lewat pidato atau seremoni formal, melainkan melalui goresan warna anak-anak…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Kemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Dunia Kerja Digital

    Kemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Dunia Kerja Digital

    Data Tower Telekomunikasi Mataram Amburadul, Pansus DPRD Soroti Lemahnya Kinerja Perizinan

    Data Tower Telekomunikasi Mataram Amburadul, Pansus DPRD Soroti Lemahnya Kinerja Perizinan

    Banyu Urip Dijadikan Percontohan Oplah Daerah Pertanian di NTB

    Banyu Urip Dijadikan Percontohan Oplah Daerah Pertanian di NTB

    Hingga Hari ke-6 Sudah 1.556 Jamaah Haji Diberangkatkan

    Hingga Hari ke-6 Sudah 1.556 Jamaah Haji Diberangkatkan

    Bapemperda DPRD NTB Sampaikan Lima Ranperda Usul Prakarsa Dewan

    Bapemperda DPRD NTB Sampaikan Lima Ranperda Usul Prakarsa Dewan

    Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Ancam Harus Rampung Tepat Waktu

    Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Ancam Harus Rampung Tepat Waktu