
MATARAM (KabarBerita) – Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) NTB menjelaskan kelangkaan LPG di dua daerah yaitu Lotim dan Sumbawa, telah ditangani oleh pihak terkait yaitu PT. Pertamina Patria Niaga.
Adapun kelangkaan tersebut diakibatkan penggunaan melebihi kapasitas pada saat momen idul fitri dan kunjungan silturahmi (mudik), hal ini disampaikan Kepala Dinas ESDM, Syamsudin saat dijumpai diruangannya, pada Selasa (31/03/2026).
“Tidak ada kelangkaan, tapi dari dampak lebaran kemarin permintaan banyak, seperti adanya mudik dari Mataram ke Lotim dan sebagainya jadi penggunaan makin banyak,”ujarnya.
Lebih jauh Syamsudin mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi yang didapatkan, penyebab kelangkaan karena stok yang sudah habis di daerah sembalun, dan melakukan pembelian di daerah yang masih tersedia. “Teman-teman dari Sembalun yang stoknya habis, turun ke bawah,”ucapnya.
Ia pun menginformasikan bahwa Pemerintah sendiri telah menyiapkan skema pembelian, supaya terjadi pemerataan pembelian untuk gas melon dan tidak terjadi manipulasi data pada saat melakukan pembelian. “Jadi dengan melakukan pengawasan yaitu satu Kepala Keluarga (KK) untuk satu tabung dan sesuai dengan Nomor induk Kependudukan (NIK),”ungkapnya.
Syamsudin juga mengatakan bahwa ia telah melakukan konfirmasi ke pihak PT. Pertamina, dan sudah ada solusi yang didapatkan dari pihak penyedia gas melon tersebut. “Tadi saya telah konfirmasi ke teman-teman PT. Pertamina Patra Niaga, Pak Manajernya, dan Alhamdulillah sudah ditindak lanjuti langsung ke lokasi yang terdampak kelangkaan,”ucapnya.
Dikatakannya juga bahwa Pertamina telah melakukan dropping gas melon, untuk memenuhi kebutuhan didaerah yang terdampak kelangkaan. “Sudah dilakukan dropping ke wilayah itu, oleh Pertamina,” sebutnya.
Ia juga menyebutkan bahwa untuk harga gas melon 3 Kilogram (Kg) yang diterima Distributor saat ini, mengalami kenaikan, yang kisarannya antara Rp 22.000,- Rp 26.000 ribu rupiah, dan untuk pengecerannya bisa lebih tinggi dari itu. “Untuk harga sendiri mengalami kenaikan, ada di angka Rp 22 Ribu – Rp 26 Ribu /tabung 3 Kg,”terangnya.
Syamsudin juga menginformasikan jika pendistribusian gas melon di seluruh NTB, sudah mencapai 250 persen berdasarkan data dari PT. Pertamina dan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari biasanya.
“Informasi dari Pertamina, untuk seluruh NTB ada peningaktan 250 persen, kalau yang kekurangan kita akan konfirmasi dimana yang kekeurangan,”ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa untuk stok gas melon, masih bisa terpenuhi untuk 10 hari ke depan, sesuai dengan kebutuhan daerah. “Jadi untuk stok 10 hari ke depan masih amanlah,”imbuhnya.
Syamsudin menambahkan untuk kelangkaan yang terjadi di Alas di Pulau Sumbawa, sudah dilakukan inspeksi mendadak (sidak), sama seperti yang dilakukan di Lotim. “Kami telah melakukan sidak kemarin, di dua lokasi yaitu di Lotim dan di alas (Sumbawa),”jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa, pemenuhan kebutuhan untuk gas melon di Alas sudah terpenuhi dan telah dilakukan pendistribusian ke wilayah tersebut. “Sudah kami langsung lakukan dropping dan sidak dengan harga yang cukup tinggi kemarin, Alhamdulillah sudah dilakukan antisipasinya, oleh Pertmaina, dan kami melakukan sidak ke tempat yang mengalami kelangkaan tersebut,”akunya.
Ia juga menjelaskan bahwa pendistribusian ini disesuaikan dengan kebutuhan, karena saat ini, permintaan saat ini sangat tinggi, dengan pola pengawasan yang sama. “Kami dropping sesuai dengan kebutuhan, kalau keinganan pasti besar, karena untuk saat ini kita bisa menutupi berapa yang dibutuhkan dulu,”pungkasnya. (Wira/red).








