Bantuan Pangan Jadi Penopang Warga Mataram di Tengah Tekanan Ekonomi

‎Mataram(KabarBerita) – Di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok, bantuan pangan dari Pemerintah Kota Mataram menjadi angin segar bagi puluhan ribu warga. Bersama Bulog NTB, pemkot menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret 2026 kepada 46.983 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), meningkat 51 persen dari tahun sebelumnya.

‎Penyaluran dilakukan di kantor lurah se-Kota Mataram untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan merata. Di Kelurahan Mandalika, ribuan warga terlihat memadati halaman kantor kelurahan sejak pagi. Mereka datang sesuai nomor antrean, berharap segera mendapatkan bantuan yang dinilai sangat membantu di tengah kondisi serba sulit.

‎Lurah Mandalika, Lalu Heru Nuryadin, menyebutkan jumlah penerima di wilayahnya kini mencapai 1.513 orang, naik signifikan dari sebelumnya 859 orang. Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya warga yang membutuhkan dukungan akibat tekanan ekonomi.

‎“Penambahan ini hasil pembaruan data melalui DTSEN. Kita ingin bantuan benar-benar menyasar warga yang membutuhkan,” ujarnya, Rabu (1/4).

‎Setiap penerima mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 kilogram minyak goreng untuk dua bulan. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi warga berpenghasilan rendah dan lansia.

‎Bagi Siti Fatimah, warga Lingkungan Lendang Lekong, bantuan tersebut menjadi penopang di tengah harga bahan pokok yang terus naik. Ia berharap program ini terus berlanjut tanpa jeda.

‎“Sekarang harga kebutuhan naik, jadi bantuan ini sangat membantu. Mudah-mudahan bisa terus ada,” katanya.

‎Pemkot Mataram memastikan proses penyaluran dilakukan secara bertahap untuk menghindari antrean panjang. Selain itu, pendataan dilakukan secara langsung di lapangan oleh kelurahan bersama Dinas Sosial dan BPS guna memastikan bantuan tepat sasaran.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Sudirman, menegaskan kualitas bantuan telah melalui verifikasi dari Bulog dan layak konsumsi. Ia juga memastikan pengawasan dilakukan secara ketat agar distribusi berjalan transparan dan akuntabel.

‎“Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Pemkot Mataram Kaji Penggunaan Angkutan Umum untuk Pejabat, Bemo Kuning Jadi Opsi

    Mataram(KabarBerita) – Pemerintah Kota Mataram tengah mengkaji kebijakan baru untuk mengurangi penggunaan kendaraan dinas di kalangan aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat eselon II dan III. Selain mendorong penggunaan sepeda,…

    Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

    ‎Mataram(KabarBerita) – Dinas Kesehatan Kota Mataram menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menangguhkan operasional 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL)…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemkot Mataram Kaji Penggunaan Angkutan Umum untuk Pejabat, Bemo Kuning Jadi Opsi

    Pemkot Mataram Kaji Penggunaan Angkutan Umum untuk Pejabat, Bemo Kuning Jadi Opsi

    Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

    Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

    Ruas Jalan Wakul – Ketejer Ditangani, Dewan LWJ Beri Apresiasi Bina Marga

    Ruas Jalan Wakul – Ketejer Ditangani, Dewan LWJ Beri Apresiasi Bina Marga

    Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

    Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

    Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

    Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

    BKAD NTB sebut Belanja Pegawai Masih Terkendali

    BKAD NTB sebut Belanja Pegawai Masih Terkendali