
Mataram, (KabarBerita) – Kerusakan pada ruas jalan Wakul – Ketejer yang melintas di depan pasar Renteng Kabupaten Lombok Tengah mulai ditangani Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB.
Perbaikan di masa pemeliharaan ini dilakukan dengan sistem overlay dan tambal – sulam pada titik yang dianggap parah.
Sebelumnya ruas jalan provinsi di ruas jalan Wakul – Ketejer yang melintas di depan Pasar Renteng, Kabupaten Lombok Tengah, dilaporkan kembali mengalami kerusakan seperti berlubang dan retak, padahal pemerintah baru selesai melakukan perbaikan terbatas pada Oktober 2025.
“Iya memang betul kalau ada penanganan di masa pemeliharaan di ruas jalan Renteng Lombok Tengah,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR NTB, Rijali Amin kepada kabarberita, Kamis (2/4).
Dikatakan Rijali Amin penanganan ruas jalan Wakul – Ketejer terutama di depan Pasar Renteng yang sempat viral dan ramai dikeluhkan warga itu baru bisa dilakukan karena alasan menunggu produksi hotmixs.

“Ya baru bisa dilakukan sekarang karena menunggu produksi hotmix,” pungkasnya.
Jalan di depan Pasar Renteng, yang merupakan jalan provinsi, mengalami kerusakan lagi dan dikeluhkan warga karena berlubang dan retak di sejumlah titik.
Keluhan warga muncul karena kerusakan terjadi kembali meskipun telah dilakukan perbaikan, sehingga menuntut perbaikan permanen yang lebih baik.
Perbaikan jalan ini terus diusahakan Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB baik melalui perbaikan terbatas maupun pengusulan perbaikan menyeluruh pada ruas jalan provinsi di area tersebut.
“Kalau jalan Renteng itu proyek tahun lalu salah satu faktor kenapa cepat rusak seperti bolong dan pecah karena jarak nyiapain tanah dasar dengan pangaspalannya terlalu jauh. Tapi kita sudah sampaikan ke rekanan supaya secepatnya ditangani karena masih masa pemelihaan enam bulan ni, masih ada waktu pemeliharaan sebelum diserahterimakan ke kita,” terangnya.
Pemeliharaan ruas jalan provinsi yang terjadi di sejumlah tempat juga akan difokuskan pada pemeliharaan. Mengingat keterbatasan anggaran untuk dilakukan perbaikan menyeluruh atau pemantapan jalan.
“Kita survei mana yang rusak ringan, rusak besar kita sisir mana yang harus ditangani dengan overlay, dilapis, tempel-sulam dan mana yang harus digeser ke pemeliharaan,” tambah Rijali Amin.
Langkah pemeliharaan ini diambil berdasarkan dorongan DPRD NTB dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu (1/4) kemarin. Dimana DPRD NTB menekan agar dilakukannya pemeliharaan terhadap jalan-jalan yang rusak dengan sistem overlay atau tambal – sulam ditengah keterbatasan anggaran perbaikan infrastruktur jalan.
Penanganan ruas jalan Wakul – Ketejer yang melintas di depan pasar Renteng Kabupaten Lombok Tengah oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I DPRD NTB, H. Lalu Wirayaja.
Ia menyebut penangan cepat ini untuk menjawab keluhan warga atas kondisi ruas jalan yang rusak di sejumlah titik.
“Jadi saya apresiasi karena Bidang Marga langsung turun melakukan penanganan terhadap ruas jalan yang rusak dibeberapa titik. Sehingga jalan Wakul – Ketejer terutama di depan pasar Renteng tidak membahayakan para pengguna jalan,” pungkas LWJ. (Red)






