
Mataram (KabarBerita) – Universitas Mataram (Unram) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Yayasan Rumah Energi meluncurkan Biodigester Portable sebagai hasil inovasi riset yang mampu mengolah sampah organik menjadi energi hijau. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular dan energi ramah lingkungan.
Peluncuran Biodigester Portable menjadi langkah awal implementasi hasil penelitian dan inovasi teknologi yang dikembangkan untuk mengurangi timbulan sampah organik di lingkungan kampus. Melalui teknologi tersebut, limbah organik dapat diolah menjadi biogas dan produk turunan yang bermanfaat sehingga mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir serta meningkatkan nilai guna limbah.
Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, menyampaikan bahwa Biodigester Portable merupakan bagian dari komitmen Unram dalam mewujudkan kampus berorientasi energi hijau (green energy). Menurutnya, teknologi ini tidak hanya menjadi sarana penelitian dan pembelajaran, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah organik di lingkungan kampus.
“Dalam beberapa bulan ke depan, Universitas Mataram akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Biodigester Portable untuk memastikan teknologi ini dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Apabila hasil implementasi menunjukkan kinerja yang baik, Universitas Mataram akan menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB serta pemerintah kabupaten/kota guna memperluas penerapan teknologi tersebut sebagai alternatif pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.
Pada kesempatan yang sama Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi,menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung hilirisasi hasil riset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi Biodigester Portable memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas setelah melalui tahapan implementasi dan pengujian operasional.
“Teknologi ini telah menunjukkan hasil yang baik. Produksi gas dapat dipantau secara digital sehingga proses operasional menjadi lebih terukur, aman, dan efisien,” ujarnya.
BRIDA NTB akan memfasilitasi penguatan ekosistem inovasi melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), termasuk mendorong pemanfaatan teknologi tersebut pada sektor pangan dan agroindustri. Langkah ini dilakukan agar hasil penelitian tidak berhenti pada tahap akademik, tetapi mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, peluncuran Biodigester Portable diharapkan menjadi model pengelolaan sampah organik berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah serta mendukung pembangunan daerah yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)





